Bantah Suami Terlibat Aniaya Warga, Ini Kronologi Versi Kades Noemuke

NTT, impresinews.com,- Oknum Kades Noemuka berinisial SOL, membantah suaminya ikut terlibat dalam kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap AS yang juga warga Desa Noemuke.
Aksi pemukulan yang terjadi pada, Rabu 18 Agustus 2021 lalu .Menurut SOL , justru AS yang balik menyerang dia bersama suaminya lebih dulu karena tidak terima maka dirinya menggunakan kayu bebak dan memukul dibagian betis kiri dan kanan korban.
“Tidak benar suami saya ikut memukul, dia hanya antar saya ke lokasi kejadian, sekali lagi suami saya tidak ikut terlibat dalam kasus pemukulan itu,” katanya, saat dihubungi Impresinews, Selasa (24/08/2021) malam hari.
SOL menceritakan, kronologis kejadian tanggal 18 Agustus 2021 sekitar pukul 17.39 WITA, Saat melintas didepan rumah jabatan kades, kata dia, mereka (AS bersama temannya) memaki- maki dengan mengeluarkan kata – kata dengan nada yang keras,” tiru SOL
Mendengar kata-kata kotor yang dilontarkan oleh AS tersebut, SOL menanyakan kamu maki siapa ?, Namun AS tidak peduli dan berjalan sambil menggerutu.
Dengan tidak terima dengan lontaran kata- kata makin yang keras, lalu terjadi aksi adu mulut, seperti kronologi yang dibuat sebelumnya.
Tak lama kemudian, AS bersama temannya pergi meninggalkan lokasi menuju kali , selang beberapa menit, datanglah SOL bersama suaminya dengan menumpangi mobil Hilux.
Dikatakan SOL , banyak juga saksi yang ada dalam peristiwa pemukukan tersebut dan Ia akan lapor balik atas tuduhan keterlibatan suaminya.
Ketika itu , Ia mengaku menghubungi Aparat Penegak Hukum di wilayah Amanuban Selatan untuk mengamankan Korban AS yang diduga saat itu mabuk miras.
“Kita menjaga AS membuat kegaduhan yang lebih besar namun, yang terjadi selang beberapa waktu kemudian hadirlah AS yang mengaku dirinya sebagai korban pemukulan,” ujarnya.
SOL menambahkan, Ia sebenarnya bukan menganiaya seperti yang diberitakan media-media, akan tetapi ,Ia sebagai kades dan juga sebagai orang tua mau memberi pelajaran, agar AS tidak melakukan hal tersebut untuk orang lain.
” Perlu diketahui bahwa anak ini sesuai buku register kami, dia buka warga Noemuke, dia preman yang pernah terlibat kasus pemerkosaan,dia anak yang susah di atur,” sesal SOL.
Selain itu , Dirinya juga menyesalkan sikap Lembaga Pospera TTS yang mendampingi anak yang notabene preman, dan juga membesar-besarkan masalah ini serta mencatut nama suaminya terlibat didalam kasus pemukulan tersebut.
” Ini pembunuhan karakter terhadap suami saya sebagai wakil rakyat yang selama ini bekerja bersama rakyat,” kesalnya
Karena itu pihaknya bersama suami akan menempuh jalur hukum yakni melaporkan Lembaga Pospera TTS terkait tuduhan keterlibatan suaminya dalam kasus ini. (Arnold)









