Alasan Khilaf, Diduga Kepala Sekolah Di Boltim Tampar Dua Murid

Boltim. Impresinews.com,- Diduga Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Matabulu Kecamatan Nuangan, Kabupaten Boltim Arman Mamonto menampar dua muridnya.
Kedua Murid yang duduk di kelas lima tersebut bernama Fikra Alhidayah Jalil ( 11 thn) dan Wida Pontonuwu ( 10) Perempuan.
Menurut kedua orang tua korban, peristiwa tersebut terjadi pada senin 14 Maret 2022.
“Kami keluarga korban meminta kepada kapolres Boltim agar dapat menindak tegas kasus ini,” Kata kedua orang tua korban Selasa 12/04
Selain itu, kedua orang tua korban juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar dapat memberikan sanksi tegas kepada Kepala sekolah SDN 1 Matabulu karena telah melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Diketahui, Fikra Alhidayah anak dari keluarga Hendra Jalil dan Wahyuni Saleh, sementara itu, Wida Pontonuwu Anak dari Rendi Pontonuwu dan Patidja Makalalag, kedua nya warga Matabulu.
Kedua orang tua korban sangat menyesali perbuatan sang kepsek yang melakukan kekerasan kepada kedua siswa kelas 5.
Dimana masih anak anak di bawah umur dan seharusnya mendidik siswa selayaknya guru terhadap muridnya bukan melakukan kekerasan seperti itu.
Kasus ini sudah di laporkan ke Polsek Nuangan tapi , Katanya kedua orang tua Korban terkesan tidak ada respon yang baik. Sehingga kedua orang tua korban langsung melaporkan di Polres Boltim.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Matabulu, mengakui peristiwa tersebut, dan mengaku khilaf telah menampar kedua siswa tersebut.
“Tapi saya melakukan itu dengan tujuan membina siswa yang sering teriak di sekolah sudah sejak dari dulu. Saya ingin merubah karakter siswa agar tidak melakukan lagi,”Tutur kepsek.
Kapolsek Nuangan ketika di konfirmasi di kantor Polsek Nuangan membenarkan adanya laporan dari kedua orang tua korban terkait kasus pemukulan kedua siswa oleh kepsek SDN 1 Matabulu.
(Venny Tuuk)









