Tokoh Agama di Manado minta Pasar Malam di Mega Mas Ditutup

Manado- impresinews.com,- Tokoh agama mengecam praktik judi berkedok pasar malam di Kota Manado.
Hal tersebut diungkapkan Imam Masjid Alikhlas Ridwan Sulaiman yang menyesalkan aktivitas rolet di pasar malam
Itu adalah bentuk perjudian yang dilarang oleh agama manapun, apalagi dalam bulan suci Ramadhan” katanya, Rabu (06/04)
Ridwan menyatakan kehadiran pasar malam harusnya menampilkan aksi yang menghibur masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan malah menghabiskan uang masyarakat.
“Yang pergi ke pasar malam itu, selain orang dewasa, ada anak-anak sekolah.Tentu aktivitas perjudian yang disajikan di tempat tersebut akan berdampak buruk bagi pembentukan karakter anak. Sebab anak-anak akan dengan mudah menirukan hal-hal yang mereka lihat,” ujarnya
Ridwan menyangkan kegiatan tersebut terkesan dibiarkan, malah diadakan di lokasi Mega Mas dan Boulevar dua sindulang “bukannya Kota Manado kota Religius, malah disajikan rolet. Mau jadi apa mereka nanti?” tegasnya.
Ridwan berharap agar aktivitas tersebut dapat segera ditertibkan sebab tidak bermanfaat.
“Kalau aktivitasnya positif semisal kuliner atau panggung kesenian, tentu kita dukung.Tetapi kalau judi, saya rasa kita semua tahu hal tersebut dilarang agama dan hukum,” tandasnya
Pemimpin Ordo OFS Sibolga di Nangaroro Suster Martina Mendrofa, OFS, juga menyanyangkan aktivitas pasar malam tersebut dilaksanakan di masa umat Katolik sedang dalam masa menyongsong paskah,dan umat Islam ibadah Puasa.
“Sayang sekali, seperti ada kesan dibiarkan karena sudah berlangsung beberapa Minggu, Padahal ini masa puasa. Harusnya umat Katolik dan Islam mempersiapkan diri dengan baik, bukan malah melakukan berjudi di arena pasar malam. Saya secara pribadi, tidak setuju aktivitas tersebut dilaksanakan,”tegasnya
LSM Peduli Rakyat menilai, semestinya Pemkot Kota Manado dan pihak berwajib mengawasi secara ketat setiap pelaksanaan hiburan.
“Jangan sampai ada perjudian atau aktivitas lain yang tidak mendidik, malah berakibat buruk pada masyarakat. Seharusnya kegiatan yang didorong adalah kegiatan pendidikan yang positif dan akan membetuk karakter generasi muda atau mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” harapnya.
“Kalau dibiarkan, kegiatan tersebut berpotensi mengganggu hubungan sosial dan hubungan antarpribadi. Banyak uang akan terbuang di tempat tersebut. Padahal masyatakat banyak yang mengaku kurang mampu, dibuktikan dengan jumlah penerima bantuan sosial dari pemerintah, tapi mengapa pasar malam selalu ramai?” tambahnya. (Chintya)







