Kapolsek Serang Apresiasi Warga Sempu Gedang Tangani Kasus Curanmor

KOTA SERANG,- Upaya warga RT 02 RW 018 Lingkungan Sempu Gedang, Kelurahan Cipare, Kota Serang dalam menangani kasus pencurian bermotor mendapat apresiasi pihak kepolisian Serang Kota
Sebelumya, terjadi beragam kasus pencurian, pembobolan rumah, hingga pencurian motor sering terjadi di daerah tersebut
Menyikapi hal hal tersebut, Kapolsek Serang Polresta Serang Kota Kompol Teddy Heru Murtianto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi warga Sempu Gedang yang sudah berupaya dan berperan serta menjaga lingkungannya dari curanmor
“Hal ini tentunya akan disinergikan dengan pihak kepolisian untuk mencegah terhadap tindak pidana curanmor,”. Kata Tedi saat di Lingkungan Sempu Gedang, Jumat, (28/07)
Teddy juga mengatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan percontohan lingkungan bebas pencurian kendaraan bermotor di Lingkungan Sempu Gedang, Kelurahan Cipare, Kota Serang
“Kami juga akan mencanangkan percontohan lingkungan bebas pencurian kendaraan bermotor,” katanya.
Hal itu dilakukan dengan melakukan mengaktifkan CCTV disetiap titik-titikpintu masuk khusus khususnya di pada kontrakan yang berada disekitar daerah tersebut
“Kita akan mengaktifkan cctv disetiap titik” pintu masuk khusus juga kontrakam karena yg lebih sering kehilangan motor terutama di kontrakan,” kata Tedy.
Pihaknya juga akan mewajibkan bagi masyarakan yanh masuk ke Lingkungan Sempu Gedang yang memakai helm full past dan masker, untuk membuka masker dan kaca helm sehingga bisa diidentifikasi
“Kalau mereka tidak mau mungkin akan diberhentikan untuk mengantisipasi hal-hal yg tidak diinginkan pencurian dan lain sebagainya” ujarnya mengakhiri
Sementara itu,
Hilmi, Ketua RT 02 Lingkungan Sempu Gedang, mengatakan terhitung sejak Januari hingga saat ini, 7 kejadian kasus pencurian roda dua sudah terjadi.
“Kalau untuk kehilangan dari semenjak bulan januari 2023 ini kurang lebih ada 7 kejadian itu untuk kendaraan roda 2 khususnya” kata Hilmi
Terlebih lagi, kasus kehilangan seperti pencurian dan pembobolan rumah yang menyebabkan beberapa barang elektronik hilang
“Barang elektronik ada, termasuk rumah saya sendiri pak RT elektronik, telvisi 36 inch,” katanya
Hilmi juga mengatakan, sebelum dipasang portal, pelaku pencurian sering melakukan aksinya pada siang dan malam hari
“Jam rawan sebelum ditutup ada portal, ada siang dan ada malam terus diadakanlah di portal. Siang beraksi” katanya.
Karena memang, di Lingkungan Sempu Gedang, Kelurahan Cipare belum mengadakan sistem siskamling 24 jam
“Untuk siskamling 24 jam belum, tapi baru melaksanakan pada malam hari. dari jam 9 hingga jam 6 pagi, itu juga tertutup semua satu pintu,” kata Hilmi.
Hilmi juga menganggap wajar aksi maling pada daerah tersebut. Karena memang, lokasi sangat berdekatan dengan perguruan tinggi
“Wajar, manusiawi. Dimanapun berada tempat tinggal kita itu wajar. Dimana ada keramaian pasti ada timbul masalah,” ujarnya mengakhiri (Nani)









