Kesehatan

Takjub dengan JKN, Rawat Inap Selama Tiga Hari Tanpa Biaya Sepeserpun

- Advertisement -

KUPANG– Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti telah memberikan banyak manfaat bagi seluruh pesertanya. Pengalaman manfaat kartu JKN dirasakan juga oleh Risti Dhamayanti Azhari (26) yang bekerja di salah satu perusahaan di Kota Kupang ketika menjalani proses rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang.

“Alhamdulillah seluruh biaya rawat inap di cover oleh program JKN, tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun sehingga saya merasa terbantu sekali dengan program JKN yang sangat bermanfaat,”ujar Risti.

Ditemui saat sedang mengakses layanan di (RSUD) Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang, Risti mengatakan beberapa waktu yang lalu, dirinya merasakan sakit dan harus menjalani perawatan karena sakit yang dideritanya.

“Dokter berikan surat kontrol yang dijadwalkan hari ini kata Risti,” ungkap Risti saat menunggu nomor antrean pemeriksaan belum lama ini.

Risti menceritakan kronologis awalnya sakit dan masuk rumah sakit yang sore itu ia merasa tubuhnya panas, menggigil, dan muntah-muntah hingga tubuh lemas yang menyebabkan akhirnya keluarganya langsung membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sesampai di IGD para medis Rumah Sakit langsung dengan sigap mengambil tindakan pelayanan dan di IGD saya waktu itu dirawat hampir dua jam untuk melihat kondisi saya agak membaik atau tidak dan dokter melakukan pemeriksaan, karena waktu itu kondisi belum membaik, masih panas dan lemah sehingga dokter anjurkan untuk rawat inap,” tambah Risti mengenang kembali saat itu.

Lebih lanjut, Risti mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter menyebutkan dirinya mengidap Febris sehingga ia harus menjalani perawatan selama tiga hari. Terkait pembiayaan rumah sakit, kata Risti, seluruh biaya rawat inap dicover oleh program JKN.

“Alhamdulillah seluruh biaya rawat inap di cover oleh program JKN, tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun sehingga saya merasa terbantu sekali dengan program JKN yang sangat bermanfaat dan saya dilayani dengan sangat baik, tidak ada perlakukan berbeda baik pasien JKN maupun pasien umum, semua sama-sama dilayani dengan penuh perhatian, cepat, dan memuaskan. Obat yang diresepkan dokter untuk menyembuhkan sakit Febris sangat manjur sehingga saya bisa sembuh dengan cepat,” ujar Risti yang merasa sangat puas dengan pelayanan yang di berikan oleh para dokter dan medis.

Ia sangat bersyukur karena menurutnya iuran yang dipotong tiap bulan dari gajinya untuk iuran JKN tidak besar, namun manfaat yang ia dapatkan jauh lebih besar. Ia menyadari jika biaya untuk berobat itu mahal, apalagi jika harus berobat dan di rawat di rumah sakit pasti biaya yang harus dikeluarkan sangat besar.

Menurut Risti, sebagai peserta JKN, Ia selalu memastikan pembayaran iuran yang diberikan oleh perusahaan sehingga status kepesertaanya selalu aktif. Hal itu dilakukannya agar pada saat sakit dan menggunakan kartu BPJS Kesehatan tersebut tidak perlu lagi memikirkan biayanya.

“Saya ingin semua penduduk Indonesia terdaftar sebagai peserta, sehingga semakin banyak peserta dan pelayanan dapat semakin baik lagi,” ungkap Risti

Di akhir pembicaraan ia sendiri mengharapkan masyarakat yang masih enggan mendaftar agar segera mendaftarkan diri beserta keluarganya sebagai peserta JKN. Sakit tidak memandang kita masih muda atau tua, semua orang berpotensi untuk mengalami sakit.

“Ketika sudah terdaftar peserta JKN fokus ketika sakit adalah untuk kesembuhan saja tanpa memikirkan biaya yang harus di keluarkan untuk pengobatan nantinya,” tutupnya. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga