Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang Pastikan Mutu Layanan Pada Rumah Sakit di Kota Kupang

- Advertisement -

KUPANG– Untuk memastikan upaya transformasi mutu layanan kesehatan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melaksanakan pelayanan sesuai standar mutu yang berlaku di rumah sakit, BPJS Kesehatan Cabang Kupang melakukan supervisi ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono menjelaskan kegiatan supervisi yang dilakukan sebagai salah satu upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk melihat komitmen fasilitas kesehatan dalam menghadirkan pelayanan yang optimal bagi peserta JKN.
Dalam supervisi tersebut, ada tujuh indikator yang menjadi fokus perhatian, diantaranya pembaruan display ketersediaan tempat tidur,display tindakan operasi terkoneksi Aplikasi Mobile JKN, sistem antrean online terhubung dengan Aplikasi Mobile JKN, penyelesaian keluhan, pemahaman regulasi JKN, kepuasan peserta dan pengelolaan Program Rujuk Balik (PRB).

“Kunjungan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan implementasi sistem antrean online dan penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas peserta JKN sudah berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan antrean online merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan Program JKN dan mendapat gambaran singkat mengenai pelayanan kesehatan  yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap peserta mulai dari proses pendaftaran sampai dengan pelayanan,” ujar Ario.

Ario menambahkan bahwa supervisi ini dilakukan ke semua rumah sakit agar sama-sama memantau apa saja yang perlu diperbaiki dan kendala-kendala yang dihadapi di rumah sakit untuk yang perlu ditingkatkan demi kenyamanan peserta.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk memastikan sistem antrean dalam pelayanan online menggunakan NIK berjalan lancer demi kenyamanan pasien JKN dalam mendapatkan kepastian estimasi waktu tunggu.Dengan demikian tidak terjadi penumpukan pasien dalam mengakses  fasilitas Kesehatan dan mendapatkan  layanan yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

“Aplikasi Mobile JKN adalah inovasi untuk pelayanan kepada pasien. Aplikasi ini telah terintegrasi sehingga mempermudah pasien untuk mendapatkan pelayanan tanpa harus antrean panjang di loket, pasien bisa mengambil nomor dari rumah sehingga mempersingkat waktu,” tambah Ario.

Dengan demikian peserta akan lebih nyaman dalam memperoleh layanan kesehatan. Hal ini juga bermanfaat bagi fasilitas kesehatan karena mengurangi penumpukan peserta di fasilitas kesehatan.

Sedangkan pemanfaatan NIK sebagai identitas peserta JKN, kata Ario, hal ini merupakan terobosan guna memudahkan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan, agar peserta yang lupa membawa Kartu Indonesia sehat (KIS) bisa mendapatkan pelayanan medis  di rumah sakit.

Lebih lanjut, Ario mengatakan mengenai pengelolaan rumah sakit harus mengikuti dan siap dengan dinamika penyempurnaan sistem ke depan. Untuk itu, ia berharap rumah sakit dan BPJS Kesehatan harus selalu menjaga komunikasi yang intens untuk saling membantu dalam mengelola perubahan yang terjadi dan tetap  komitmen dari setiap FKRTL untuk kolaborasi dengan BPJS Kesehatan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN.

“Tentunya ini tidak mudah karena setiap rumah sakit harus menyediakan sarana dan kesiapan manajemen untuk mengubah alur dan mengedukasi peserta ,” ucap Ario.

Pada kesempatan tersebut, Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit Umum Daerah Prof.Dr.W Z. Johanis Kupang, Deby Ratu Ello mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Salah satu upaya yang dilakukan dengan penambahan fasilitas penunjang bagi kebutuhan medis pasien dan penggunaan aplikasi Mobile JKN.

“Kami terus upayakan untuk sarana penunjang di RSU Prof.Dr.W Z. Johanis Kupang  dalam pelayanan di rumah sakit bisa dimanfaatkan peserta untuk berobat. Harapannya dengan komitmen yang kami berikan, seluruh peserta JKN tetap terlayani dengan baik sehingga peserta puas mengakses layanan di RSU Prof.Dr.W Z. Johanis Kupang,” ujar Deby.
[08.37, 29/3/2023] Arnold Impresinews: Takjub dengan JKN, Rawat Inap Selama Tiga Hari Tanpa Biaya Sepeserpun

Kupang, – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti telah memberikan banyak manfaat bagi seluruh pesertanya. Pengalaman manfaat kartu JKN dirasakan juga oleh Risti Dhamayanti Azhari (26) yang bekerja di salah satu perusahaan di Kota Kupang ketika menjalani proses rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang.

“Alhamdulillah seluruh biaya rawat inap di cover oleh program JKN, tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun sehingga saya merasa terbantu sekali dengan program JKN yang sangat bermanfaat,”ujar Risti.

Ditemui saat sedang mengakses layanan di (RSUD) Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang, Risti mengatakan beberapa waktu yang lalu, dirinya merasakan sakit dan harus menjalani perawatan karena sakit yang dideritanya.

“Dokter berikan surat kontrol yang dijadwalkan hari ini kata Risti,” ungkap Risti saat menunggu nomor antrean pemeriksaan belum lama ini.

Risti menceritakan kronologis awalnya sakit dan masuk rumah sakit yang sore itu ia merasa tubuhnya panas, menggigil, dan muntah-muntah hingga tubuh lemas yang menyebabkan akhirnya keluarganya langsung membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sesampai di IGD para medis Rumah Sakit langsung dengan sigap mengambil tindakan pelayanan dan di IGD saya waktu itu dirawat hampir dua jam untuk melihat kondisi saya agak membaik atau tidak dan dokter melakukan pemeriksaan, karena waktu itu kondisi belum membaik, masih panas dan lemah sehingga dokter anjurkan untuk rawat inap,” tambah Risti mengenang kembali saat itu.

Lebih lanjut, Risti mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter menyebutkan dirinya mengidap Febris sehingga ia harus menjalani perawatan selama tiga hari. Terkait pembiayaan rumah sakit, kata Risti, seluruh biaya rawat inap dicover oleh program JKN.

“Alhamdulillah seluruh biaya rawat inap di cover oleh program JKN, tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun sehingga saya merasa terbantu sekali dengan program JKN yang sangat bermanfaat dan saya dilayani dengan sangat baik, tidak ada perlakukan berbeda baik pasien JKN maupun pasien umum, semua sama-sama dilayani dengan penuh perhatian, cepat, dan memuaskan. Obat yang diresepkan dokter untuk menyembuhkan sakit Febris sangat manjur sehingga saya bisa sembuh dengan cepat,” ujar Risti yang merasa sangat puas dengan pelayanan yang di berikan oleh para dokter dan medis.

Ia sangat bersyukur karena menurutnya iuran yang dipotong tiap bulan dari gajinya untuk iuran JKN tidak besar, namun manfaat yang ia dapatkan jauh lebih besar. Ia menyadari jika biaya untuk berobat itu mahal, apalagi jika harus berobat dan di rawat di rumah sakit pasti biaya yang harus dikeluarkan sangat besar.

Menurut Risti, sebagai peserta JKN, Ia selalu memastikan pembayaran iuran yang diberikan oleh perusahaan sehingga status kepesertaanya selalu aktif. Hal itu dilakukannya agar pada saat sakit dan menggunakan kartu BPJS Kesehatan tersebut tidak perlu lagi memikirkan biayanya.

“Saya ingin semua penduduk Indonesia terdaftar sebagai peserta, sehingga semakin banyak peserta dan pelayanan dapat semakin baik lagi,” ungkap Risti

Di akhir pembicaraan ia sendiri mengharapkan masyarakat yang masih enggan mendaftar agar segera mendaftarkan diri beserta keluarganya sebagai peserta JKN. Sakit tidak memandang kita masih muda atau tua, semua orang berpotensi untuk mengalami sakit.

“Ketika sudah terdaftar peserta JKN fokus ketika sakit adalah untuk kesembuhan saja tanpa memikirkan biaya yang harus di keluarkan untuk pengobatan nantinya,” tutupnya. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga