
KOTA SERANG,- Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Serang terus meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. Tercatat, hingga Agustus 2025, sekitar 485 orang terjangkit virus tersebut yang disebabkan oleh beberapa faktor.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Serang, Usep Khudory mengatakan, hingga Agustus 2025 tercatat 485 orang positif terkena penyakit HIV, naik signifikan dari 187 kasus pada 2024.
“Iya betul memang ada kenaikan, 114 orang ditemukan positif dan 71 di antaranya sudah menjalani pengobatan antiretroviral (ART),” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (13/10).
Berdasarkan hasil temuan dan pemeriksaan, kasus paling banyak ditemukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten sebanyak 59 orang, disusul Puskesmas Singandaru 24 orang, dan Puskesmas Serang Kota 12 orang.
“Sementara di fasilitas kesehatan lain seperti RS Bhayangkara, RS Sari Asih, dan Puskesmas Rau jumlahnya relatif kecil,” ujarnya.
Usep menambahkan, peningkatan kasus HIV di Kota Serang disebabkan oleh kombinasi perilaku berisiko tinggi seperti hubungan seksual, sementara kasus akibat jarum suntik tergolong rendah.
“Kesadaran diri dan dukungan lingkungan jadi kunci. Dengan pengobatan teratur, penderita HIV tetap bisa hidup sehat dan produktif,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian penderita enggan melanjutkan pengobatan. Mereka mengaku mengalami mual, pusing, hingga batuk berdarah saat menjalani terapi. “Padahal suka tidak suka, pengobatan HIV harus dijalani terus agar virusnya terkendali,” tambahnya.
Sejak 2018 hingga 2025, tercatat 122 orang meninggal dunia akibat HIV/AIDS, sebagian besar karena tidak melanjutkan terapi ARV. Padahal, kata Usep, pengobatan ini wajib dijalani seumur hidup agar daya tahan tubuh pasien tetap stabil.









