Kesehatan

Berkat JKN, Pengobatan Asam Lambung Desita Teratasi

- Advertisement -

KUPANG,- Desita Kornalia Pach (25) merupakan salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang beralamat di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, NTT.

Desita mengaku senang bisa terdaftar kembali sebagai peserta JKN. Sebelumnya dirinya terdaftar sebagai peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari salah satu perusahaan di Kota Kupang.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya belum lama ini dirinya mengatakan kalau saat ini sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut sehingga dirinya mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk mendaftar sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) bersama kedua saudaranya. Dirinya sadar dan peduli terhadap kesehatannya, sehingga kembali mendaftarkan sebagai peserta mandiri untuk anggota keluarganya, agar bisa digunakan saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Syukur saya sudah lama terdaftar sebagai peserta JKN dan sudah beberapa kali menggunakan kartu ini untuk berobat. Selama ini saya tidak perlu memikirkan biaya karena sudah di tanggung dari perusahaan tempat saya bekerja. Walau saat ini saya bayar secara mandiri tidak masalah karena saya tau manfaat yang di dapatkan ketika nanti membutuhkan pelayanan kesehatan. Saya berjanji akan dengan rutin membayar iuran, sebagai bentuk  tidak langsung ikut membantu biaya pelayanan peserta yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Desita.

Desita mengisahkan dirinya pernah menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Mamami Kupang sejak masuk tanggal 26 Desember 2022 sampai dengan  tanggal  29 Desember 2022, karena sudah sembuh ia menderita asam lambung yang pada saat itu kambuh dan keluarga langsung membawanya ke rumah sakit pada siang itu dan langsung masuk ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selama perawatan, Desita mengungkapkan jika ia dilayani oleh dokter dan juga petugas Rumah Sakit Mamami dengan baik. Bukan hanya itu, dirinya menyebut tidak ada perbedaan dengan pasien yang bukan peserta JKN sehingga ia berterima kasih kepada pihak rumah sakit dan kepada BPJS Kesehatan.

“Saya dan keluarga awalnya meragukan dengan biaya pengobatan, setelah ditanya ke petugas administrasi rumah sakit katanya sebagai peserta JKN sudah di tanggung dari BPJS Kesehatan sebagai pengelenggara dari awal masuk sampai dengan keluar. Saat itu, keluarga bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada petugas, saya sering berobat dengan menggunakan kartu JKN saat rawat jalan di Puskesmas Tarus dan untuk rawat inap baru pertama kali ini. Saya senang dengan pelayanan yang didapatkan di rumah sakit, dilayani dengan baik,” kata Desita mengenang saat itu.

Menurut Desita semua biaya pengobatan di rumah sakit di tanggung penuh oleh Program JKN dan saya tidak mengeluarkan uang alias gratis. Diakuinya, Program JKN memberikan banyak manfaat. Hal itu dirasakannya saat melakukan pengobatan baik di Puskesmas Tarus maupun di rumah sakit.

“Saya sangat bersyukur sudah sejak lama terdaftar sebagai peserta JKN ini sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini,” ungkap Desita.

Selain itu, Desita juga merasa iuran yang dibayarkan setiap bulan itu terkesan kecil jika dibandingkan dengan biaya pelayanan kesehatannya selama ini.

Di akhir pembicaraan, ia berpesan agar masyarakat yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN, agar tidak perlu takut untuk berobat baik itu di Puskesmas maupun di rumah sakit.

“Yang terpenting pastikan kartu JKN tetap selalu aktif dan sesuai prosedur ketika berobat maka akan ditanggung penuh oleh Program JKN,” kata Desita menutup pembicaraan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga