Kesehatan

Mathias Tenang Jalani Hidup Karena Memilki JKN

- Advertisement -

KUPANG, – Mathias Manu (36) warga Desa Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Kupang dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), sangat bersyukur bisa terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang iurannya dibayarkan dari perusahaan tempatnya bekerja sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang. Mathias merasa terbantu sekali dengan program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam menjamin kesehatannya bersama keluarga.

Ketika ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Mathias baru selesai melakukan pengecekan status kepesertaan keluarganya sekaligus melakukan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Puskesmas terdekat sesuai alamat tempat dirinya berdomisili. Oleh petugas BPJS Kesehatan, ia diarahkan untuk mengunduh Aplikasi Mobile JKN guna mempermudah dirinya dalam mengakses  informasi seputar Program JKN.

Mathias mengatakan ia selalu mengecek status kepesertaan keluarganya karena tafsiran melahirkan anak ke tiganya di bulan Maret ini. Sebagai peserta ia selalu memastikan kepesertaan JKN aktif, baik melalui aplikasi mobile JKN atau mendatangi langsung  kantor BPJS terdekat guna memastikan dikala  sakit dan hendak digunakan tidak ada kendala dalam proses administrasi baik di puskesmas atau di rumah sakit.

“Saya telah merasakan manfaat besar dari Program JKN pada saat persalinan anak pertama di rumah sakit Bhayangkara Kupang pada bulan Desember 2014 dan anak kedua persalinan di Rumah Sakit Leona Kupang pada bulan Juli 2016. Jadi kedua persalinan anak saya sudah ditanggung semua oleh Program JKN dan saya tidak ada kendala dalam hal obat-obatan ataupun administrasi lainnya karena semua di tanggung  JKN dan saya merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah saya rasakan langsung,” kisah Mathias.

Menurutnya berobat menggunakan JKN prosesnya mudah dan semua dilayani dengan baik. Memiliki JKN sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan akses berobat secara gratis tanpa dipunggut biaya. Mathias telah merasakan begitu besar manfaat menjadi anggota peserta JKN. Lebih lanjut, ia menyampaikan agar pelayanan dijamin Program JKN maka sebagai peserta JKN ia harus mengikuti alur dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, proses administrasi di fasilitas kesehatan sudah berjalan baik dan tidak berbelit-belit. Ia mencontohkan, saat di Puskesmas Kota serta di rumah sakit, ia dilayani dengan ramah dan cepat  oleh petugas administrasi Rumah Sakit. Apa lagi saat ini Program JKN semakin membaik dengan adanya Aplikasi Mobile JKN yang canggih, sistem antrean online dan sekarang pelayanan bisa menggunakan NIK/KTP sebagai identitas di fasilitas kesehatan.

Kemudahan lain ia rasakan dengan adanya aplikasi Mobile JKN adalah dapat mempermudah pendaftaran, begitulah pengalamana dirinya ketika menemang sang istri mendatangi puskesmas dan rumah sakit. Melalui antrean online pada Aplikasi Mobile JKN, Mathias dapat mengambil nomor antrian dari rumah dan datang mendekati jam layanan sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Saya sebagai peserta JKN dari segmen PPU, iurannya dibayarkan dari perusahaan, tidak bayar sendiri, makanya saya sempat minder awalnya. Jangan-jangan nanti dinomorduakan pada saat di layani, tetapi ternyata tidak. Pelayanan yang saya rasakan sama dengan pasien umum lainnya. Sama bagusnya, sama cepatnya, sama lancarnya,” apa lagi sekarang dipermudah dengan hadirkanya  aplikasi Mobile JKN ujar Mathias.

Di akhir perbincangannya, ia mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar segera mendaftarkan diri karena manfaat yang dapat diperoleh jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga