
NTT, impresinews.com,- Ketua Tim Penggerak PKK NTT mengatakan Pemberian Makanan Tambahan adalah salah satu kegiatan prioritas PKK di 22 Desa/Kelurahan Model yang dibentuk oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa , bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTT.
” PKK mengusulkan kegiatan dan juga anggaran sesuai jenis makan atau menu yang akan dimasak, kemudian kita membeli bahan makanan dari bahan lokal, yang akan diolah secara bersama ibu-ibu PKK,”kata Julie.
Menurut Bunda Julie menu makanan yang dimasak dalam kegiatan PMT di 22 desa/kelurahan Model kandungan gizinya sama. Tapi jenis pangannya berbeda, tergantung bahan pangan yang tersedia di desa/kelurahan tersebut,” tutur Bunda Julie
“ Selain itu, bahan makanan yang dipilih adalah bahan makanan yang segar. Jadi ada karbohidrat dan sayur serta protein seperti nasi, sayur, daging ayam kampung, ikan, telur ayam kampung dan lain-lain,” jelas dia.
“Untuk program Desa/Kelurahan Model di Provinsi NTT, kami mempunyai 16 inovasi. Salah satunya adalah PMT berbasis pangan lokal,” kata Julie
Wanita sapaan Bunda Julie mengatakan pelaksanaan kegiatan PMT Desa/Kelurahan Model ini, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bekerjasama dengan Dinas PMD, beberapa instansi lain seperti Perindag, Koperasi, dan Perikanan Kelautan,” sebut Anggota DPR RI Dapli I
” Sasaran PMT yakni kepada Bumil, Busui, Balita, anak PAUD/TK, dan anak SD.
Kepada para penerima manfaat ini, setiap hari akan diberi sarapan Empat sehat Lima sempurna, dimana bahan- bahanya berasal dari pangan lokal dan kita menghadirkan ahli Gizi.
“Untuk meracik bahan-bahannya kemudian diolah sendiri oleh penerima manfaat, Jadi bukan makanan siap saji atau makanan instan
” Kita di NTT ini kan punya potensi pangan lokal yang luar biasa beragam. ada kelor, ikan, sayuran, buah-buahan, telur ayam kampung, daging, dan lainnya. Pangan lokal ini kita manfaatkan untuk mencegah stunting dan gizi buruk,” sebut Julie
“ Masa Bumil dikasih makan biskuit sampai melahirkan, menyusui, dan seterusnya. Makanan instan seperti itu tidak ada di PKK Desa Model. Yang kita punya itu pangan lokal dimasak sendiri oleh tim PKK dan diberika untuk penerima manfaat,” tegas Julie.
“Nah, pelaksanaan program PKK Desa/Kelurahan Model ini, kita mau mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu yaitu NTT Bangkit NTT Sejahtera,”
” Yang mana kita harus bangkit dari keadaan sebelumnya yakni stunting, dan gizi buruk. Dengan PMT pangan lokal bisa menjadikan generasi bangsa yang sehat, kuat dan cerdas, kemudian Sejahtera, lanjut Usia berarti ada unsur pemberdayaan masyarakat sehingga ada perubahan secara ekonomi bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Perlu diketahui bahwa masyarakat katanya, secara ekonomi masih sangat terbatas sehingga melalui pelaksanaan progam PMT ini mereka bisa bangkit dari kekurangan-kekurangan.
“Jadi pelaksanaan satu kegiatan PMT(Pemberian Makanan Tambahan,red) dampaknya ada dua unsur yaitu unsur Bangkit unsur Sejahtera,” ungkap istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Untuk menyukseskan program PMT dalam upaya pencegahan stunting dan gizi buruk di Provinsi NTT, diharapkan Kolaborasi dan Sinergisitas program dari stakeholder yang punya kepentingan yang sama.
Dikatannya, dalam intervensi kegiatan PMT, pendanaanya berasal dari beberapa sumber.Baik dari APBN, APBD, juga dari Dana Desa. Dan penanganannya tidak hanya untuk Bumil KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan Balita kurus. Namun penanganannya secara menyeluruh,” kata Bunda Julie.
” Karena konsepnya adalah pencegahan stunting dan pemberdayaan masyarakat. Kita juga ingin cegah stunting sejak dini dan menghasilkan generasi yang bebas dari stunting,” tutup Julie (Arnold)









