Kesehatan

Poltekes Kemenkes Kupang Berpotensi Kluster Baru Covid-19. 

- Advertisement -

Kupang, imperinews.com, –Banyak foto viral memperlihatkan warga Kota Kupang sedang berkerumunan diduga terjadi di Poltekes Kemenkes Kupang- NTT.

Terlihat Jarak antara satu warga dengan warga lainnya begitu dekat bahkan saling berdesak-desakan,berkumpulnya banyak warga akibat mengantri untuk menerima Vaksinasi tahap pertama.

Ironinya setiap malam Pak Walikota, Polisi, Tentara, Babinsa,Pol PP, dan Satgas Covid-19 terus menghimbau agar masyarakat mentaati Protokol Kesehatan serta wajib untuk divaksin.

Jika sekarang di Kota Kupang ada langkah PPKM, maka yang terjadi sekarang di lokasi Poltekes Kemenkes ini disebut apa yah???? Ini mau divaksin atau mau cari Virusnya ???,ungkap salah satu anggota masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, Kebijakan Vaksin yang di terapkan Pemkot Kota Kupang tidak memikirkan Resiko Penularan Covid-19 yang berpontensi akan semakin meluas dengan terjadinya antrian dilokasi Vaksinasi.

Lanjutnya, Saat ini masyarakat harus taat itu bahkan tempat- tempat ibadahpun harus ditutup.

“Potensi terbesar akan ada klaster terbaru Vaksin di Poltekes Kemenkes Kupang NTT , ataukah akan ditutupi dengan pemberitaan tentang vaksin di lokasi tersebut tidak ada klaster baru,

Selain menyampaikan Keluhan, menurutnya, juga meminta Kepada Pemerintah untuk mengatasi situasi itu.

Kalau memang alasan bahwa Vaksin untuk masyarakat kenapa tidak di atas tanggal 21 Juli setelah batas PPKM berakhir namun dipaksakan harus hari ini?

” Membuat ratusan bahkan ribuan orang antrian panjang .Salah siapa? masyarakat atau pihak pemerintah sebagai penyelenggara?,” kesalnya.

Miris jika yang dilakukan adalah pejabat publik,jangan salahkan masyarakat kalau beraktivitas seperti itu karena ada yang memberikan contoh.semoga masyarakat kota kupang jaga kesehatan dan jangan lakukan seperti yang terjadi beberapa hari belakangan.Harapnya.

” Saking pentingnya, Pemkot Bahkan sampai mengeluarkan Kebijakan jika Pemerintah akan memberlakukan Aturan Kartu Vaksin di setiap Instansi untuk Masyarakat yang hendak mengurus Adminitrasi.

Alih-alih menekan Masyarakat, Namun yang terjadi, justru bertolak belakang dengan Kebijakan Wali Kota di mana menciptakan kerumuman Baru dari Antrian vaksin yang dilakukan masyarakat di Poltekes Kemenkes tepatnya Prodi Farmasi.(Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga