Kesehatan

Darius Daton Apresiasi Pelayanan RSUD SK Lerik 

- Advertisement -

Kupang Impresinews.com,-Salah satu terobosan yang diapresiasi dan bisa menjadi contoh atau acuan bagi rumah sakit lain adalah layanan pendaftaran secara online melalui WhatsApp yang diterapkan RSUD SK Lerik.

RSUD SK Lerik milik Pemerintah Kota Kupang telah melakukan perubahan pelayanan luar biasa bagi warga (pasien). Ini juga meminimalisir keluhan umum yang selalu disampaikan publik melalui Ombudsman Perwakilan NTT.

“Kami (Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT) sangat mengapresiasi terhadap RSUD SK Lerik Kota Kupang, yang telah memberikan pelayanan mendaftar secara online lewat WhatsApp. Sehingga tidak ada antrean pasien saat mendaftar untuk melakukan rawat jalan. Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi rumah sakit lain di NTT,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton, saat menjadi pemateri dalam acara “Koordinasi Pelayanan Kesehatan Rujukan Program JKN Melalui Focus Group Discussion antara BPJS Kesehatan, FKRTL, Badan Usaha, PERSI, Ombudsman NTT, Dinas Kesehatan dan Media se-Kota Kupang, di Tilong Oenesu Room, Hotel Kristal Kupang, Selasa (30/8).

Beda Daton yang membawa materi tentang “Potret Layanan Kesehatan Tingkat Rujukan (RS)” itu menjelaskan, jika ada warga atau pasien yang hendak berobat ke RS SK Lerik, maka bisa melakukan pendaftaran secara onilene via whatsapp. Meskipun sudah malam pun petugas medis di bagian loket pendaftaran RSUD SK Lerik pasti menjawab.

“Kalau sudah ada jawaban dari petugas, maka keesokan harinya ketika kita datang, tidak perlu lagi antri, tapi langsung ke Poli yang dituju, sesuai penyakitnya, untuk mendapatkan pelayanan,” tegas Beda Daton.

Dia juga mengaku sudah melihat langsung beberapa rumah sakit yang menerapkan hal tersebut, tapi tidak setertib yang dilakukan RSUD Kota Kupang.

“Masih ada juga rumah sakit yang melakukan pendaftaran manual, sehingga jam 6.00 Wita harus daftar ambil nomor antri, setelah itu pulang,” ujar Darius Daton. Lalua, lanjut dia, sekitarpukul 08.00 kembali lagi ke rumah sakit untuk melakukan pendaftaran, dan menunggu di poli untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Yang sehat saja mungkin lelah dengan pendaftaran seperti itu, apalagi yang sakit atau pasiennya, bukannya tambah sembuh malah tambah sakit,” kritik Beda Daton.

Karena itu, dia menghimbau rumah sakit-rumah sakit yang ada di kabupaten/kota se-Provinsi NTT agar menerapkan sistem online untuk reservasi atau pendaftaran.

“Tidak perlu aplikasi khusus, cuma lewat WA saja beritahu bahwa besok akan berobat di RSUD Kota Kupang, akan langsung dijawab petugas,” kata dia.

Ke depan, sambung, bisa diterapkan di rumah sakit yang lain, sehingga pasien bisa terlayani dengan cepat. “Kalau dari pendaftaran sudah tertib dan nyaman, akan menjadi dorongan bagi pasien untuk sembuh. Kalau untuk pendaftaran saja sudah harus antri, maka pasien bisa stress,” kata Darius Daton.

Di forum itu, BPJS Kesehatan Kota Kupang juga menghadirkan dua narasumber lainnya yakni, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) NTT, dr Yudith M. Kota, yang membedah soal “Peran PERSI dalam Mendukung Suksesnya Program JKN”.

Kupang telah melakukan perubahan pelayanan luar biasa bagi warga (pasien). Ini juga meminimalisir keluhan umum yang selalu disampaikan publik melalui Ombudsman Perwakilan NTT.

Salah satu terobosan yang diapresiasi dan bisa menjadi contoh atau acuan bagi rumah sakit lain adalah layanan pendaftaran secara online melalui WhatsApp yang diterapkan RSUD SK Lerik.

“Kami (Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT) sangat mengapresiasi terhadap RSUD SK Lerik Kota Kupang, yang telah memberikan pelayanan mendaftar secara online lewat WhatsApp. Sehingga tidak ada antrean pasien saat mendaftar untuk melakukan rawat jalan. Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi rumah sakit lain di NTT,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton, saat menjadi pemateri dalam acara “Koordinasi Pelayanan Kesehatan Rujukan Program JKN Melalui Focus Group Discussion antara BPJS Kesehatan, FKRTL, Badan Usaha, PERSI, Ombudsman NTT, Dinas Kesehatan dan Media se-Kota Kupang, di Tilong Oenesu Room, Hotel Kristal Kupang, Selasa (30/8).

Beda Daton yang membawa materi tentang “Potret Layanan Kesehatan Tingkat Rujukan (RS)” itu menjelaskan, jika ada warga atau pasien yang hendak berobat ke RS SK Lerik, maka bisa melakukan pendaftaran secara onilene via whatsapp. Meskipun sudah malam pun petugas medis di bagian loket pendaftaran RSUD SK Lerik pasti menjawab.

“Kalau sudah ada jawaban dari petugas, maka keesokan harinya ketika kita datang, tidak perlu lagi antri, tapi langsung ke Poli yang dituju, sesuai penyakitnya, untuk mendapatkan pelayanan,” tegas Beda Daton.

Dia juga mengaku sudah melihat langsung beberapa rumah sakit yang menerapkan hal tersebut, tapi tidak setertib yang dilakukan RSUD Kota Kupang.

“Masih ada juga rumah sakit yang melakukan pendaftaran manual, sehingga jam 6.00 Wita harus daftar ambil nomor antri, setelah itu pulang,” ujar Darius Daton. Lalua, lanjut dia, sekitarpukul 08.00 kembali lagi ke rumah sakit untuk melakukan pendaftaran, dan menunggu di poli untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Yang sehat saja mungkin lelah dengan pendaftaran seperti itu, apalagi yang sakit atau pasiennya, bukannya tambah sembuh malah tambah sakit,” kritik Beda Daton.

Karena itu, dia menghimbau rumah sakit-rumah sakit yang ada di kabupaten/kota se-Provinsi NTT agar menerapkan sistem online untuk reservasi atau pendaftaran.

“Tidak perlu aplikasi khusus, cuma lewat WA saja beritahu bahwa besok akan berobat di RSUD Kota Kupang, akan langsung dijawab petugas,” kata dia.

Ke depan, sambung, bisa diterapkan di rumah sakit yang lain, sehingga pasien bisa terlayani dengan cepat. “Kalau dari pendaftaran sudah tertib dan nyaman, akan menjadi dorongan bagi pasien untuk sembuh. Kalau untuk pendaftaran saja sudah harus antri, maka pasien bisa stress,” kata Darius Daton.

Di forum itu, BPJS Kesehatan Kota Kupang juga menghadirkan dua narasumber lainnya yakni, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) NTT, dr Yudith M. Kota, yang membedah soal “Peran PERSI dalam Mendukung Suksesnya Program JKN”.(Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga