Petani di Kota Serang Ungkap Kartu Tani Persulit Pembelian Pupuk Subsidi

KOTA SERANG,- Beberapa petani di Kota Serang mengeluhkan distribusi pupuk subsidi yang menjadi program pemerintah ternyata tidak langsung dirasakan oleh para petani, karena ada sejumlah masalah birokrasi dan administrasi yang justru malah menyulitkan petani.
Dimana saat ini, para petani di Kota Serang bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan menunjukan Kartu Tani, meski di beberapa daerah sudah bisa mendapatkan pupuk tersebut hanya dengan menunjukkan KTP.
Namun, keberadaan Kartu Tani diklaim justru mempersulit petani mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan. Padahal saat ini tengah memasuki musim tanam baik padi maupun bawang merah.
Salah seorang petani di Kelurahan Walantaka, Yusuf mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan pupuk lantaran dibatasi dengan harus menunjukan Kartu Tani sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan pupuk subsidi
“Pertama pupuk subsidi kalau gaada surat (Kartu Tani) gak dapet meskipun beli. Istilahnya sulit pupuk, kalau gak pake pupik hasilnya kurang bagus,” ujarnya, Senin (26/02).
Selain itu, Yusuf juga mengeluhkan harga pupuk subsidi yang melambung tinggi. Tingginya harga pupuk subsidi tersebut membuat para petani kesulitan untuk membeli pupuk sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen mereka.
“Pertama pupuk subsidi kalau gaada surat (Kartu Tani) gak dapet meskipun beli. Istilahnya sulit pupuk, kalau gak pake pupum hasilnya kurang bagus,” tutur Yusuf.
Yusuf juga mengungkapkan, tingginya harga pupuk juga membuat langkanya keberadaan pupuk subsidi di Kota Serang. Sehingga dirinya seringkali kesulitan dalam membeli pupuk subsidi.
“Pupuk tinggi juga jadinya langka. Keluhannya ya itu pupuk kalau capek kerja mah udah biasa, pupuk sama obat keluhannya,” katanya.
Oleh karena itu ia berharap, bisa mendapatkan pupuk yang murah dan mudah didapatkan di pasaran. Selain itu, sistem penyaluran pupuk subsidi dikembalikan seperti dulu, yaitu tanpa menggunakan Kartu Tani. (Nani)









