Beri motivasi kepada Guru, Kadis Pendidikan Bengkayang : CGP ini melahirkan Guru berkarakter kepemimpinan sekolah
Bengkayang _Kalbar,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, mengatakan
Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru menjadi pemimpin pembelajaran.
Dirinya memaparkan Program tersebut mencakup pelatihan online (daring), lokakarya, konferensi, dan pendampingan sambil tetap mengajar sebagai guru sehari-hari.
Menurutnya, Dinas pendidikan dalam kegiatan program tersebut hanya sebagai Coaching klinik atau Bimbel. Selebihnya guru itu sendiri yang akan mengikuti berbagai tahapan dan mengikuti tes berbasis teknologi digital.
“Guru penggerak ini tahapannya semua melalui proses seleksi daring yang ketat di kementerian, tidak main tunjuk. Kemarin yang angkatan 6 di kirimkan/submit sekitar 400 lebih yang lulus hanya 28 orang, begitu juga angkatan 7 hanya sekitar 31/32 guru saja yang lulus,” ujar Kadis pendidikan saat ditemui, Jumat 17 Februari 2023.
Heru Pujiono menjelaskan, bahwa Mengikuti Calon Guru penggerak (CGP) ini adalah salah satu syarat untuk nantinya akan menjadi Kepala Sekolah di satuan pendidikan.
“Ini hanya salah satu syarat untuk jadi kepala sekolah, pangkat minimal III/B dan memiliki lisensi serta kapabilitas dan kompetensi. Dan pihak Dinas Pendidikan juga ada Tim Pertimbangan untuk mengangkat Kepala Sekolah dan itu harus di rapatkan,” ungkapnya.
Pihaknya juga mendukung penuh bagi guru-guru yang sedang mengikuti program tersebut, ia mengatakan bahkan Bupati dan Wakil Bupati diikut sertakan dalam program tersebut.
Kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, berharap kepada guru yang sedang berjalan mengikuti program tersebut, agar memiliki daya tahan dan daya juang karena pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) ini melalui proses yang panjang.
“Selama 6 bulan guru itu benar-benar di pres, bagaimana membentuk karakter kepemimpinan guru di sekolah, sebab guru itu sebagai pemimpin siswa. Selanjutnya bagaimana cara guru untuk mengkrid metode pembelajaran yang menyenangkan buat siswanya, dan bagaimana guru bisa membangkitkan semangat serta berinovasi membuat bahan ajar, sehingga bisa menyenangkan untuk siswa,” tutup Heru Pujiono.
(Tino)









