
Kota Serang,- Kasus HIV/AIDS mengalami kenaikan di Provinsi Banten.
Laporan Dinas kesehatan Provinsi Banten, estimasi dari penemuan kasus per juni 2022 berjumlah 16.810 kasus dengan HIV terdata wstimasi kasus pada 2019 untuk kota serang berjumlah 1.256 orang yang mana ini dikatakan terus meningkat
Terhitung dari januari sampai dengan agustus 2022 ditemukan sebanyak 58 kasus yang sudah melakukan pengobatan dan didominasi oleh laki-laki
Untuk usia sendiri tentunya relatif, Bahkan ada yang ditemukan kasus anak berusia 15 tahun dari komunitas LSL (lelaki sex lelaki) atau dari komunitas GEY.
Untuk kabupaten serang sendiri, kasus terbanyak ditemukan pada daerah ciruas, cikeusal, pamarayan dan ciomas.
Sementara kota serang yang kebanyakan penduduknya adalah pendatang, tidak ada wilayah yang mendominasi.
Ahmad Budiman Pengelola bagian KPA mengatakan bahwa, Salah satu pemicu penyakit ini adalah gaya hidup konsumtif.
Pada tahun 1998-2000 itu kasus banyak ditemukan pada penggunaan narkoba suntik.
“Sementara makin kesini kasus banyak ditemukan pada komunitas GEY”katanya di salah satu hotel Kota Serang, Selasa (25/10)
Sejauh ini langkah yang dilakukan KPA yaitu mendorong dan melakukan komunikasi terhadap OPD dan mitra-mitra terkait dalam melakukan penanggulangan HIV, melakukan monitoring dan evalusai.
“Kegiatan ini sangat penting tentunya dalam rangka mengkordinasikan kelembagaan serta mengevaluasi semua pra kerja yang menyangkut pelaksanaan penanggulangan KPA kota serang,” ujarnya
sementara itu, Kepala dinas kesehatan kota serangDr. H. Ahmad Hasanuddin menyampaikan bahwa “kegiatan ini sangat penting tentunya dalam rangka mengkordinasikan kelembagaan serta mengevaluasi semua pra kerja yang menyangkut pelaksanaan penanggulangan KPA kota serang.
“Pencegahan penaggulangan HIV di kota serang sangatlah penting untuk dijadikan program prioritas, karena kita akan menghadapi masa depan yang bersaing dan berdaya guna yang sehat” tegasnya (Nani)









