Populer

Tumpukan Sampah di Bantaran Sungai Bawah Menggunung, Warga Keluhkan Bau dan Rawan Kebakaran

- Advertisement -

LAMONGAN — Pemandangan tidak sedap dan memprihatinkan terlihat di bantaran sungai yang berada tepat di bawah jembatan Pasar Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, pada Minggu, 27 September 2026. Tumpukan sampah rumah tangga yang didominasi plastik, botol bekas, limbah organik, dan kotoran ternak terlihat menggunung hingga menutupi hampir seluruh aliran sungai di lokasi tersebut.

Kondisi ini dikeluhkan keras oleh warga sekitar karena sangat mengganggu pemandangan, menimbulkan bau menyengat, dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah lingkungan serta kesehatan. Apalagi lokasinya berada di titik yang sangat strategis, berdekatan dengan Pasar Pahing Sugio dan berada di tepi jalan raya poros utama Kecamatan Sugio – Kedungpring yang setiap hari dilalui ratusan kendaraan dan pejalan kaki.

LIMBAH PEMOTONGAN AYAM DIDUGA JADI PENYEBAB UTAMA

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, tumpukan sampah di bantaran sungai tersebut bukan semata-mata berasal dari sampah rumah tangga warga sekitar. Di atas bantaran sungai, tepat di area sekitar jembatan, terdapat sebuah tempat pemotongan ayam (RPA — Rumah Potong Ayam) yang diduga kuat menjadi sumber utama pembuangan limbah ke sungai.

Warga menyebut, limbah berupa darah, jeroan, bulu, kotoran, serta sisa-sisa potongan ayam dari kegiatan pemotongan tersebut rutin dibuang langsung ke bantaran dan aliran sungai di bawah jembatan. Tidak hanya itu, sampah plastik, kantong kresek, botol minuman, dan berbagai limbah rumah tangga lainnya juga turut menumpuk di lokasi yang sama, menciptakan pemandangan yang sangat tidak layak.

“Bau dari pemotongan ayam itu sangat menyengat, apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini. Panas, sampahnya menumpuk, baunya campur aduk antara sampah plastik yang mulai membusuk dan limbah ayam yang busuk. Tidak tahan rasanya kalau lewat situ,” keluh salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Warga juga khawatir, jika musim hujan tiba, situasinya akan jauh lebih parah. Limbah dan kotoran dari pemotongan ayam akan langsung hanyut dan mencemari aliran sungai, sementara tumpukan sampah plastik akan menyumbat aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir di permukiman sekitar.

WARGA MENYUARA: SUDAH LAMA, SEMAKIN PARAH

Salah satu warga yang melintas di lokasi, Subekan, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka kepada awak media. Menurutnya, tumpukan sampah di bawah jembatan Pasar Sugio tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kondisinya semakin hari semakin memburuk tanpa ada penanganan serius dari pihak terkait.

“Sangat mengganggu pemandangan. Padahal ini jalur ramai, dekat pasar. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini rawan terbakar, asapnya bisa mengganggu. Kalau musim hujan, baunya menyengat dan jelas mengganggu kesehatan, apalagi bisa menyumbat aliran air sungai,” keluh Subekan.

Ia menambahkan, rumpun bambu yang sudah tumbuh besar di tengah tumpukan sampah menjadi bukti nyata bahwa sampah di lokasi tersebut sudah lama tidak dibersihkan. “Lihat saja, bambunya sudah besar. Berarti sudah bertahun-tahun sampah ini menumpuk di sini. Tidak ada yang mengurus,” ujarnya.

PANTAUAN DI LOKASI: SAMPAH MENUTUPI SELURUH BANTARAN

Dari pantauan langsung awak media di lokasi, sampah berserakan di sepanjang bantaran sungai dengan ketebalan yang cukup signifikan. Di atas tumpukan sampah tersebut melintang pipa besar berwarna biru dan konstruksi jembatan baja yang menghubungkan dua sisi sungai. Tampak pula rumpun bambu yang tumbuh subur di tengah timbunan sampah, menandakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung dalam waktu yang sangat lama.

Sungai yang seharusnya menjadi saluran drainase dan aliran air kini hampir tidak terlihat lagi karena tertutup total oleh tumpukan sampah. Hanya beberapa bagian kecil yang masih terlihat aliran airnya, itupun dalam kondisi yang sangat tercemar.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran aliran air sungai dan berpotensi menyebabkan banjir saat debit air meningkat, terutama ketika musim penghujan tiba. Selain itu, tumpukan sampah plastik yang kering di musim kemarau juga sangat rawan terbakar dan dapat menghasilkan asap beracun yang membahayakan kesehatan warga sekitar.

WARGA MINTA PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK

Menyikapi kondisi yang semakin memprihatinkan ini, warga Sugio berharap ada tindakan nyata dan cepat dari pemerintah setempat, baik dari Pemerintah Desa, Kecamatan Sugio, maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan.

Warga menyampaikan beberapa tuntutan dan harapan konkret, antara lain:

1. Pembersihan segera — Lokasi bantaran sungai di bawah jembatan Pasar Sugio harus segera dibersihkan dari tumpukan sampah dan limbah pemotongan ayam.

2. Penegakan hukum — Pelaku pembuangan limbah, khususnya tempat pemotongan ayam yang diduga membuang limbah sembarangan, harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

3. Pemasangan papan larangan — Dipasang papan peringatan dan larangan membuang sampah di area bantaran sungai.

4. Penyediaan TPS yang layak — Disediakan tempat pembuangan sampah (TPS) yang layak dan mudah diakses di sekitar area pasar agar warga dan pedagang tidak lagi membuang sampah sembarangan.

5. Pengawasan rutin — Dilakukan pengawasan dan patroli rutin oleh petugas terkait untuk mencegah terulangnya pembuangan sampah di lokasi tersebut.

“Kami berharap pemerintah turun tangan. Jangan sampai sampah ini semakin menggunung. Kasihan sungainya mati, alirannya tersumbat. Ini demi kebersihan dan kesehatan warga Sugio juga,” pungkas Subekan.

BELUM ADA TANGGAPAN RESMI

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu, 28 September 2026, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait — baik Pemerintah Desa Sugio, Kecamatan Sugio, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan — mengenai rencana penanganan tumpukan sampah di bawah Jembatan Pasar Sugio tersebut.

Awak media telah mencoba menghubungi beberapa pihak terkait untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi, namun hingga saat ini belum ada respons yang diterima. Masyarakat Sugio berharap permasalahan ini tidak hanya menjadi berita sesaat, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret demi menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga