Tingkatkan Rasa Cinta Tahah Air, ESA Unbaja Gelar Seminar Kebangsaan dan Nasionalis

SERANG,- Dalam upaya meningkatkan rasa idealis dan cinta tanah air, English Students’ Association (ESA) Universitas Banten Jaya gelar acara seminar nasional Kebangsaan dan nasionalisme.
Hal itu guna memberikan pemahaman terkait pentingnya meningkatakan rasa cinta air dalam membangun rasa Kebangsaan dan nasionalisme.
Terlebih lagi, dengan kondisi para pemuda yang kini semakin krisis cinta tanah air dan dianggap akan menjadi pemicu rusaknya para generasi penerus bangsa.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum ESA Universitas Banten Jaya, muhammad Dardo saat di konfirmasi usai acara Esa Seminar disalah satu teras room di Kota Serang, Selasa (15/08)
Muhammad Dardo mengakatan, sebanyak 115 peserta turut bergabung dalam acara Esa Seminar Nasional tersebut.
“Jumlah total peserta seminar nasional berjumlah 115 orang terdiri dari 79 siswa sma/smk dan 36 mahasiswa,” kata Dardo
Ia juga berharap dengan kegiatan yang dilakukan, dapat menjadi wadah, baik bagi para panitia kegiatan maupun para peserta yang turut hadir.
“Tujuannya untuk menjadi wadah baik bagi pelajar dan khususnya panitia kegiatan serta para pesera seminar”
Selaras dengan itu, Jazuli Juwaini, anggota DPR RI Dapil Banten III mengatakan, para penerus bangsa harus memiliki pemahamam yang utuh tentang sejarah bangsa indonesia.
“Semua anak bangsa ini harus utuh pemahamannya tentang sejarah bangsa ini,” kata Jazuli
Hal itu perlu di impelemtasikan guna merajut kebangsaan serta menjaga nasionalisme, terlebih pada momentum HUT RI yang ke-78.
Menurutnya, semua elemen masyarakat harus menjaga apa yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa sebagai karakter dan identitas bangsa indonesia
“Karena itu harus kita jaga, karena itu identitas dan karakter bangsa indonesia,” katanya
Terakhir, Jazuli berharap generasi muda paham tentang nasionalis guna menghindari perilaku-perilaku menyimpang di lingkungan masyarakat
“Memang ini harus ada kerja sama antara pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan lingkungan. Jadi tidak bisa cuma mencaci tapi tidak ada upaya,” ujarnya mengakhiri (Nani)









