Terjaring Razia, 23 Warga Kabupaten OKU Tak Pakai Masker di Beri Sangsi Sosial

OKU,Impresinews.com, – 23 warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang kedapatan tidak memakai maker saat Razia penegakan protokol kesehatan di tempat keramaian. Puluhan warga yang terjaring tidak menggunakan masker diberikan Teguran dan sanksi sosial agar dapat memberikan efek jera.
Kurang lebih ada 23 warga yang diberikan Teguran serta sanksi sosial karena melanggar protokol kesehatan (prokes),” Kata Kasat Polisi Pamong Praja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Agus Salim Selasa (29/6/2021).
Guna mematuhi Protokol kesehatan di beri teguran hingga Sanksi sosial, mulai dari mengucapkan pancasila,menyanyikan lagu Indonesia Raya,hingga push-up agar dapat di pahami dan memberikan Edukasi bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan Rutinitas,untuk mengingat selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) .
Operasi penegakan prokes Covid-19 di tempat keramaian ini akan terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Kami bersama Satgas Covid-19 OKU akan terus mengawal penegakan prokes agar masyarakat disiplin menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar mengingat penyebaran virus covid 19 di Kabupaten OKU saat ini masih tinggi,” tegas dia.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 OKU, Amzar Kristopa menambahkan hingga saat ini kasus positif Covid-9 di OKU ini terus bertambah dengan status zona oranye.
Berdasarkan data per 25 Juni 2021 jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten OKU mencapai 418 warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Dari jumlah tersebut sebanyak 44 warga di antaranya meninggal dunia, 367 sembuh, dan tujuh orang masih menjalani isolasi di beberapa rumah sakit di Kabupaten OKU.
Ketika maraknya kasus positif Covid-19, katanya, disebabkan karena masih banyak masyarakat yang Acuh untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga penyebaran Virus Covid 19 ini sulit dikendalikan.
(handayani)









