Politik

Sayembara Ubah Logo Lambang Daerah, Menuai Kritik dari Wakil Ketua DPRD Batu Bara

- Advertisement -

BATUBARA, Impresinews.com – Wakil Ketua DPRD Batu Bara Ismar Khomri memaparkan mekanisme perubahan lambang daerah itu adalah salah satu tugas dan kewenangan pihak legislatif setempat. Jika pemerintah ingin merubah lambang atau logo, Pemerintah daerah harus mengajukan kepihak legislatif untuk dibahas bersama.

Dilansir dari media cetak setempat pada (25/01) Ismar Khomri, SS., mengatakan, “Saya pikir Pemkab Batu Bara keliru dan sangat lucu jika Pemkab ingin merubah logo lewat Sayembara,” ujar Ismar Khomri kepada Wartawan melalui via telpon selulernya, Rabu (12/1).

Ketua DPD Partai Golkar Batu Bara itu menjelaskan, bahwa mekanisme revisi Perda Nomor 55 Tahun 2009 itu sampai hari ini belum diajukan Pemkab Batu Bara untuk direvisi dan dibahas secara bersama.

“Maunya Pemkab ajukan dulu nota revisinya? Apa urgensinya? Apa latar belakang dan dasar pemikirannya? Baru kemudian dibuat lomba Sayembaranya?, Jadi inikan terbalik.” Tegas Politikus Partai Golkar Batu Bara itu.

Dengan membuat lomba Sayembara untuk melakukan perubahan logo dan jambang daerah Batu Bara, menurutnya, Pemkab telah mendiskriminasi tugas-tugas Dewan dalam menjalankan kewenangannya.

Apalagi perubahan itu tidak dilandasi dengart argumentasi yang kongkrit, bukan keinginan politik. “Jangan buat sayembara jika nota revisinya belum diajukan. Mana Nota akademiknya? Inikan soal mekanisme dan kewenangan.” Sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Perda 55 Tahun 2009 tentang Lambang Daerah itu sudah punya legalitas Hukum. Jadi untuk merubah perda itu juga harus lewat mekanisme yang diatur oleh regulasi, jangan ujuk-ujuk minta ubah, tapi tak punya dasar hukumnya.

Sejauh ini, Ismar mengaku banyak pertanyaan dari masyarakat tentang rencana perubahan lambang daerah Batu Bara.

Sebagai anggota legislatif yang punya kewenangan tentang tata kelola pemerintahan, ia mengaku terkejut dan hanya bercerita tentang tugas-tugas dan Kewenangan dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan sejarah, Ismar mengaku punya histori tentang logo dan lambang daerah Batu Bara. Sebagai Ketua Gemkara Desa Perupuk, Ia mengaku merasa tersinggung dengan sikap pemerintah daerah yang berani merubah lambang daerah Batu Bara yang telah disepakati oleh para pejuang Batu Bara.

“Saya mengingatkan Bupati Batu Bara Zahir jangan coba main-main di Batu Bara, ini daerah pejuang yang direbutkan berdasarkan darah dan air mata, bukan seenaknya saja. Ingat itu.” Pesannya.

Zahir harus ingat, bahwa Batu Bara direbutkan oleh tokoh-tokoh pejuang pemekaran Batu Bara. Oleh karena itu, ta kembali mengingatkan untuk mengundang para tokoh-tokoh Jika ingin Batu Bara tetap kondusif di daerah setempat. (Putra)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga