Politik

Pemkot Serang Pangkas 40 Milyar Dana Pilkada 2024, KPU Keberatan

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Pemerintah Kota Serang memangkas anggaran hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang.

KPU Kota Serang yang semula mengajukan anggaran pilkada 2024 itu sebesar 67 Miliar, kemudian turun menjadi 27,5 Milyar

Komisioner KPU Kota Serang Fahmi Musyafa mengatakan, perhitungan anggaran pilkada 2024 oleh pemerintah Kota Serang tersebut dengan melalui berberapa kali penurunan

“Awal pengajuan itu Rp67 miliar turun Rp45 miliar, turun lagi Rp37 miliar, dan sekarang kemudian ditetapkan Rp27,5 miliar,” kata Fahmi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis, (24/08).

Yang mana, jelas Fahmi, terkait pemangkasan anggaran tersebut, Pemerintah Kota Serang tak lagi melakukan pembahasan dengan KPU Kota Serang.

“Dari 37 ke 26,5 itu kemudian tidak ada lagi pembahasan bersama dengan KPU. Tadi tiba tiba hari ini diundang oleh Pemkot serang untuk membahas anggaran hibah itu,” katanya.

Fahmi juga menjelaskan bawa pihaknya sangat keberatan saat Pemerintah Kota Serang juga menyodorkan berita acara terkait dana hibah untuk Pilkada 2024 dengan nominal anggaran Rp27,5 Milyar

“Tentu KPU Kota Serang berkeberatan karena kami menyusun anggaran ini bukan semata-mata main tembak, dan prosesnya sangat panjang,” kata Fahmi

Hal itu lantaran pihaknya khawatir anggaran Rp27,5 miliar yang dihibahkan oleh Pemerintah Kota Serang, akan berdampak terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 mendatang.

“Nanti akan berdampak pada angka partisipasi sehingga berkurangnya bimtek,” katanya.

“Yang mana jika bimtek itu dikurangi, akan berdampak pada kinerja adhoc kita, misalnya terjadi human error,” imbuhnya.

Fahmi juga meminta agar Pemkot Serang meninjau kembali anggaran Pilkada sesuai dengan permintaan KPU Kota Serang, sesuai dengan Permendegari No 54 Tahun 2019 Pilkada menjadi kewajiban Pemda.

“Kami meminta kepada Pemda agar mereview kembali dengan anggaran Rp27,5 miliar ini. Dan sudah kita sampaikan juga kemungkinan dampaknya,” ujarnya (Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga