Populer

Parah !!! Bansos BST di Kabupaten Landak ini, Hanya Terima Beras 10 Kg Tanpa Uang Tunai

- Advertisement -

Landak _ Kalbar, impresinews.com, – Bantuan Sosial Tunai ( BST ) adalah bantuan sosial Covid 19 berupa uang tunai sebesar Rp. 300.000/Bulan yang diberikan kepada masyarakat terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhannya selama Covid 19.

Menurut Mentri Sosial Tri Rismaharani dikutip dari website Kemensos untuk penyaluran penerima BST Mei-Juni selain uang tunai Rp. 600.000 penerima KPM juga mendapatkan Beras sebanyak 10 Kg/ KPM.

Selain itu bantuan BST tersebut juga merupakan program jaringan pengaman sosial Kementerian Sosial yang diperuntukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang terdampak Covid-19.

Program ini pun merupakan bantuan penugasan khusus yang di gagas dari Presiden Republik Indonesia yakni Ir.Joko Widodo.

Nah !!! kendati demikian, bansos Bantuan Sosial Tunai (BST) yang digadang Pemerintah Pusat itu berbeda dengan yang disalurkan kepada beberapa warga di Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.

Pasalnya BST yang diterima mereka dari pihak Pos tidak sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh pemerintah pusat melalui Kemensos.

Bahkan kenyataannya dilapangkan ada beberapa warga di Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak yang hanya mendapatkan Beras 10 Kg/KPM, tanpa ada uang yang katanya untuk (Mei-Juli) sebesar Rp. 600.000 tersebut.

Seperti yang diterima oleh Okta (35) salah warga dusun Sri lima, Desa Darit, Kecamatan Menyuke. Ia sempat mencurahkan kejanggalan tersebutt Dalam postingan di media sosial Facebook nya. Di situ dirinya menceritakan bahwa pada saat mengambil BST beberapa waktu lalu yakni Sabtu (31/7/2021) di kantor pos, dirinya hanya mendapatkan Beras 2 karung yang beratnya 5 Kg.

“Bantuan Sosial Tunai (BST) hanya dapat beras uangnya ntah kemana, mungkinkah tuyul atau jin yg memakan duit dari pemerintah,,, 😀😀😀 tapi tetap bersyukur,,,,,,kasihan org yg dlu mendapat skrg TDK dapat,,,,alasan data dri pusat,,,,,kasian org pusat yg di salah kan bosss ku,,,,,,moga bisa di selidik TK Mentri sosial 🙏🙏🙏🙏,” ungkap Okta dalam postingan Facebook nya.

Setelah itu media ini mencoba menghubungi warga tersebut untuk menanyakan kebenarannya. Setelah berhasil dihubungi warga itu pun menceritakan kejadian yang dialaminya.

Kejadian itu benar adanya, bahkan menurutnya sebenarnya bukan ia saja yang hanya menerima BST berupa beras tersebut, tapi ada sekitar kurang lebih ada 10 orang.

” Kalau daerah pasar Darit ada sekitar 10 Han orang yang dapat beras saja duitnya tidak ada, yang saya tau data ada pak Leca, Pak Alim dan Pak Lewer. Ini hanya desa Darit belum lagi di Desa lainnya, Waktu ngambil di kantor pos saya tanya uangnya mana? jawab petugas Pos ? ” hanya beras saja tidak ada uangnya !!!,” kata Okta saat dihubungi. Sabtu ( 7/8/2021).

Okta mengatakan, apa yang telah dia dapatkan itu selalu di syukuri oleh nya. Apalagi bantuan BST yang dirinya dapatkan dari pemerintah ini, masih banyak kemungkinan orang yang terdampak tidak mendapatkan bantuan itu.

Tapi yang Ia sayangkan Bansos yang direalisasikan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sudah di amanatkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

” Saya bersyukur mendapatkan BST ini apalagi Covid 19 ini dampaknya besar bagi kehidupan di pesisir Pasar Darit ini. Tapi sayang nya tidak sesuai kata Bu Mentri yang uang plus beras 10 kg,” ujarnya.

Kemudian Okta berharap kalau memang Bansos BST tersebut hanya beras 10 kg/KPM dan tanpa uang tunai Rp.300.000/Bulan, Ia tidak mempermasalahkan jika sudah aturan pemerintah pusat.

” Kalau memang begitu tidak apa-apa, tapi kalau masih ada uangnya. Nah yang itu jadi pertanyaan !!! Jadi uangya lari kemana?,” ucap Okta.

Kepala Desa Darit Kecamatan Menyuke Kris Biantoro saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, untuk bantuan BST tersebut dirinya tidak terlalu mengetahui teknis nya karena hanya pihak pos yang mengetahui nya.

” Kami pun baru dengar kok BST ini pembagian seperti itu, biasanya setau kami ini berbentuk uang,” tutur Kades Darit.

( Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga