Nasional

Jelang Pemilu 2024, Kapolda NTT Minta Wartawan Bantu Polisi Perangi Hoax dan Ujaran Kebencian

- Advertisement -

Kupang,-Jelang Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 mendatang Kapolda NTT Irjenpol Drs Johni Asadoma,S.IK meminta wartawan membantu aparat kepolisian perangi hoax,fitnah serta ujaran kebencian.

Tidak hanya itu Johni juga meminta wartawan agar memberi edukasi yang baik kepada masyarakat di tahun politik.

“Tahun politik semakin dekat,karena itu saya ajak wartawan baik media cetak,elektronik maupun online agar memberi edukasi yang baik kepada masyarakat,”kata Johni kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa,(10/01/2023).

Johni mengatakan media online paling banyak berperan karena itu wartawan harus membantu polisi memberi penyuluhan agar masyarakat menjaga kamtibmas.

“Wartawan harus membantu polisi dengan memberikan informasi yang positif,”pinta Johni.

Menurutnya,media jadi corong polri dengan memberitakan yang benar bukan hoax dan jangan menyebar kebencian untuk memecah belah namun mempersatukan seluruh masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Pilpres akan dilaksanakan bulan Februari tahun 2024 sedangkan pemilihan legislatif akan berlangsung pada bulan desember tahun 2024 karena itu semua pihak terutama masyarakat untuk saling menghormati pilihan politik masing – masing.

Johni menambahkan bahwa personil kepolisian terbatas sehingga butuh partisipasi seluruh masyarakat.

“Polisi terbatas karena masyarakat harus menjaga keamanan dan ketertiban, patuhi aturan dan menyelesaikan setiap masalah secara hukum tidak anarkis,”ajaknya.

Lebih lanjut kata Johni Polda NTT akan membuat rencana pemilu direktif sesuai petunjuk polri yang akan di jabarkan dalam rencana kegiatan di NTT.

“Sedangkan untuk rencana Prentif sosialisasi peraturan dengan cara menghimbau masyarakat atau melakukan safari kamtibmas akan kegiatan ke depan tentang apa yang akan dilakukan masyarakat,”imbuhnya.

Karena pesta harus dilakukan dengan senang tanpa paksaan siapapun juga setiap org bebas berekspresi baik saat pileg maupun pilkada,”sebut mantan kadiv ini.

Dengan demikian Ia menuturkan bahwa masyarakat bisa melihat kehadiran negara melalui Polisi yang hadir untuk mencegah kejadian atau tindakan kejahatan.

Lebih lanjut katanya,Selama ini ada Satgas yang dibuat Kepolisian untuk memonitor semua pemberitaan media online,semua akun dan postingan-postingan begitu ditemukan fitnah langsung diproses.

“Tujuan Satgas adalah meninimalisir tindak kriminalitas.Akan ada satgas tapi kita menunggu petunjuk dari Mabes,”ujarnya.

Dalam Satgas Johni menyebut tidak ada tim khusus tapi tim umum yakni polsek,polres dan sampai polda.

“Ke depan kita tetap konsisten mengayomi dengan mengedepankan nilai etika dan moralitas,agar masyarakat menerima penjelasan dari polisi,”imbuhnya.

Ia berharap agar masyarakat menjauhkan diri dari tindakan anarkis,penyebaran kebencian,fitnah dan hoax.

Ia pun menghimbau agar masyarakat berani lapor polisi itu menjadi satu soliditas antara polisi dan masyarakat.(Arnold).

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga