Nasional

Imbas Pemutusan Aliran Air Ke  Induk PDAM  Memantik Perhatian Publik ,David Boimau : Kita  Harus Dewasa Menyikapi Persoalan ini

- Advertisement -

TTS , impresinews.com,- Mata air Bonleu, yang saat ini jadi polemik akibat Aksi Pemutusan aliran air ke pipa Induk PDAM Kab. TTS oleh warga masyarakat Desa Bonleu Kecamatan Tobu Kab. TTS pada tanggal 12 oktober 2021 memantik perhatian publik.

Menariknya saling lempar kesalahan akibatnya masyarakat jadi korban.Hal inipun menuai respon serta beragam tanggapan baik dari pihak Pemerintah, DPRD dan masyarakat.

Sekretaris Komisi III DPRD Kab. TTS, David Boimau, A.Md meminta kepada semua pihak untuk dewasa menyikapi persoalan ini.

Permintaan tersebut disampaikan David Boimau saat dihubungi media ini, setelah David bersama Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kab. TTS kembali dari  pertemuan dengan masyarakat di desa Bonleu.

Menurutnya, Upaya hukum yang disampaikan oleh Bupati Kab. TTS terlalu cepat, hal tersebut bisa memicu kemarahan masyarakat desa Bonleu.

Untuk itu, katanya  pendekatan persuasif hendaknya dilakukan sebelum mengambil langkah hukum.

“Hemat saya saat ini masyarakat Bonleu dan sekitarnya butuh perhatian dan komitmen saling pegang janji, mereka merasa telah terabaikan cukup lama, ini yang menjadi pemicu,” katanya.

Untuk itu, Ia berharap semoga pendekatan tetap dilakukan secara normatif dan tradisi budaya orang Timor dikedepankan harap Boimau.

Anggota DPRD Kab. TTS dari Fraksi Partai Hanura ini juga meminta agar Pemutusan sumber air Bonleu oleh masyarakat juga sebaiknya dipertimbangkan kembali.

“Marilah melihat TTS secara utuh dimana Kota Soe dan sekitarnya terdiri dari berbagai suku Banam, Onam, Oenam dan Am Nemat,” ajaknya

Hubungan persaudaraan yang terbangun sejak dulu oleh para leluhur, jelasnya  jangan dinodai hanya karena ketidakpuasan atas pelayanan dan pengaruh orang-orang luar yang memprofokasi, Lihatlah TTS sebagai satu keluarga.

“Wilayah TTS masih banyak daerah terisolir lebih dari Bonleu, Untuk itu mari dengan kepala dingin, duduk bersama, saling membuka hati untuk membuka kembali airBonleu masuk ke Kota Soe” pinta David Boimau.

Ia mengungkapkan Alasan pekerjaan jalan secara teknis dengan melihat sisa waktu pelaksanaan memang tidak bisa dilaksanakan lagi, karena hampir masuk musim penghujan, dimana kualitas pengerjaan jalan apabila dipaksakan untuk dikerjakan tahun ini, pastinya tidak baik, dan urusan teknis sampai kualitas hasil pekerjaan infrastuktur yang menggunakan anggaran pemerintah tidak bisa ditawar-tawar.

Hal itu katanya karena dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang lebih fatal. Sehingga tidak mungkin  bersepakat melakukan kelalaian melanggar aturan hanya untuk memuaskan kepentingan masyarakat.

“Hemat saya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, ujar Boimau.

David menambahkan, Pemerintah adalah wakil Allah dibumi, apa yang dilaksanakan tentunya melalui banyak pertimbangan yg masuk akal untuk kepentingan umum.

“Mari buka kembali dan salurkan air ke sesama, pastinya Pemda tdk mungkin ingkar janji. Di tahun 2022 pasti ada pengerjaan, sehingga mari saling percaya. Masukan dari luar boleh diterima tetapi perlu disaring untuk kemudian tidak merugikan kepentingan umum”.katanya

Menanggapi pernyataan Alfred Baun soal “pemerintah jangan menaruh bara api di air mendidih” David Boimau yang telah 3 (tiga) periode menjabat sebagai Anggota DPRD Kab. TTS menyatakan  Afred sebaiknya membantu memberikan pemahaman, bukan membuat statemen penguatan kepada masyarakat Bonleu untuk menutup air tersebut mengalir ke Kota Soe dan sekitarnya’’

David menegaskan Sebagai orang yang mengerti sebaiknya duduk bersama memberikan arahan kepada tokoh masyarakat Bonleu utk menganalisa secara teknis.

“Memprofokasi itu baik tetapi kasian mengorbankan kepentingan umum yang lebih besar” pungkas David Boimau Anggota DPRD Kab. TTS dari Fraksi Partai Hanura yang terpilih mewakili Dapil V yang terdiri dari Kecamatan Amanuban Selatan, Kualin, Kolbano, Kuanfatu dan Noebeba. (Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga