Nasional

HUT Ke-23 Banten, Taufiqurrahman Soroti Sistem Politik 

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki, menyoroti sistem politik pada momen perayaan HUT Banten ke-23.

Mulai dari high cost politic hingga politik dinasti masih menjadi salah satu rule yang diterapkan pada sistem politik di indonesia, salah satunya di Banten.

Dirinya mengatakan, sudah banyak para politisi yang menggunakan sistem high cost politic atau politik yang sangat tinggi untuk bisa menduduki kursi Parlemen.

“Anda bayangkan untuk menjadi anggota dewan, Bambang Soesatyo sendiri sudah mangakui sudah menghabiskan 5 milyar untuk menjadi anggota dpr,” kata Taufiq saat dikonfirmasi usai acara Hut Banten, Rabu (04/10).

Bahkan menurutnya untuk mencalonkan menjadi Gubernur memerlukan biaya lebih dari Rp200 milyar.

“Jadi gubernur itu tiak cukup 200 Milyar, teru duit siapa yang mau dipake, bagaimana mengembalikan nya,” katanya.

Menurut Taufiq, dari sistem high cost politic yang menghabiskan banyak biaya tersebut, akan muncul sistem perpolitikan oligarki atau politik dinasti.

“Dari sistem berduit tadi menghasilkan oligarki politik, dinasti politik. Aki, indung, bapak, anak,alo, semua menduduki jabatan politk,” kata Taufiq

Taufiq juga meminta kepada para ketua partai memperbaiki undang-undang di Indonesia untuk dapat mengurangi biaya politik yang terlalu tinggi.

“Yang harus memperbaiki ya para ketua partai itulah, presiden, pimpinan dewan harus memperbaiki. bagaimana memperbaiki di undang-unangnya agar biaya politik yang tinggu itu di kurangi,” katanya.

Oleh karena itu, Taufiq meminta Akses dalam sistem perpolitikan di Indonesia tersebut harus di tinjau ulang oleh para pemangku kebijakan

“Akses politik yang seperti ini harus kita review. sebab kalau tidak orang baik baik yang punya pikiran jernih tidak akan berani masuk ke politik karena ngga punya duit,” ujarnya mengakhiri (Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga