Nasional

Hadirnya Observatorium Nasional Timau,  Jadi Babak Baru Keantariksaan Indonesia

- Advertisement -

Kupang, impresinews,com– Babak Baru Keantariksaan Indonesia sebuah fasilitas antariksa yang telah hadir dibangun di lereng gunung bagian Tenggara Indonesia.

Tepatnya gunung Timau berada dikawasan hutan lindung, lereng gunung timau 1300 mdpl Kabupaten Kupang NTT.Demikian disampaikan Drs Bambang Suhandi Koordinator Bidang Pengelola Observatorium Nasional NTT kepada wartawan di ruang kerja Selasa (24/08/2021)

Menurut Bambang Kawasan Observatorium Nasional Timau adalah salah satu proyek Nasional yang diperlukan dan akan menjadi Taman Nasional Langit Gelap untuk menjaga kelestarian hutan dikawasan obnas tersebut.

” Iklim pulau timor yang banyak dipengaruhi oleh iklim Australia yang kering memberi kesempatan bagi astronot untuk melakukan pengamatan setiap malam selama hampir setahun penuh,” ujarnya.

Dikatakannya ,dengan penerapan desain dan teknologi terkini biaya konstruksi teleskop dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas dan kinerja yang diharapkan darinya,Obnas Timau memiliki fasilitas utama sebuah telepon optik berdiameter 3.8 meter.(Teleskop Optik 3,8 Meter)

Bambang pria asal Jawa mengatakan bahwa Teleskop yang ada Obnas Timau didesain dengan Teleskop berarsitektur optik Ritchey- Chretien dengan sistem.optik aktif meminimalisasi deformasi cermin aktif gravitasi dengan desain mengadopsi teleskop observatoriun Okayama Jepang.

Bambang menuturkan bahwa Observatoriun Nasional Timau adalah Proyek Nasional yang menghabiskan 750 M sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT terutama dalam mendukung program Nawacita Presiden dengan pengembangan pembangunan ke wilayah indonesia bagian timur dan bisa memberi dampak secara ekonomi juga hal Lain

Menurut Bambang , ini adalah Proyek Multiyears,yang dimulai sejak tahun 2015 harusnya selesai tahun ini 2021, yang mana sesuai rencana bahwa akan diadakan pengresmian pada bulan juni kemarin namun ada beberapa kendala teknis seperti Covid-19.

karena Pengiriman Tenaga Kerja Asing dari Jepang namun dimana situasi PPKM membatasi untuk pengiriman TKA tersebut.

Selain kendala di atas adapun beberapa kendala lain seperti alat -alat atau sarana lain yang harus didatangkan dari luar NTT ini misalnya Scabuilding,

Infrastruktur, seperti jalan dan jembatan,jaringan listrik dan jaringan telepon juga jadi kendala ikutan namun puji Tuhan sudah hampir rampung .sehingga kita berharap bisa selesai dan rampung dalam tahun ini,”tutup Bambang.(Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga