Dishub Butuh 4.273 PJU Terangi Ruas Jalan di Kota Serang
KOTA SERANG,- Banyaknya ruas jalan di Ibu kota Provinsi Banten gelap disebabkan oleh penerangan jalan umum (PJU) di kota serang masih terbilang minim.
Berdasarkan data terakhir di tahun 2022, Kota Serang yang mempunyai 112 jalan dengan panjang jalan 208 KM dan eksesting PJU sebanyak 1.477 Akan tetapi hanya 1.282 PJU yang berfungsi dan 195 PJU dalam keadaan mati atau tidak bertfungsi.
Hal tersebut dikatakan oleh Hardi Purnomo kepala bidang Teknik sarana dan prasarana dinas perhubungan Kota Serang, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/03)
Hardi mengatakan jika dilihat dari panjang jalan, pihaknya membutuhkan 4.273 PJU untuk menerangi seluruh ruas jalanan di Kota Serang.
“Tadi eksisting PJU ada 1.477 jadi kalau ditanya berapa kebutuhan PJU, kekurangannya itu sekitar 2.834 titik” Kata Hardi
Sementara, lanjut Hardi bahwa pada tahun 2022, hanya 36 titik PJU yang mampu dibangun oleh pemerintah Kota Serang yang dibangun mulai dari Pakupatan, Bendung hingga Priyai Bendung.
“Sama satu lagi di Banjarsari ada 12 titik kota pasang. Kalau sekarang di Terumbu sekitar 46 titik” kata Hadi menerangkan
Terdapat juga jalan provinsi dan jalan nasional yang menjadi kewenangan dinas perhubungan provinsi dan kementrian perhubungan.
Akan hal itu, dishub Kota Serang terus melakukan koordinasi baik dengan provinsi maupun kementrian guna penerangan jalan yang maksimal.
“Kemarin yang sudah terealisiasi itu dari kementrian terdapat beberapa tempat di Kalodran 10 titik dibangun, terus 12 PJU di taman kopasus, dan jalan Palima Baros” Kata Hardi.
Akan terapi pihaknya akan terus melakukan pemeliharaan PJU, jika terdapat jalan nasional dan jalan Provinsi yang semula status jalan tersebut adalah milik kabupaten yang kemudian diserahkan kepada Kota.
“Berati disitu ada aset kabupaten yang diserahin ke Kota, dalam hal itu kita tetap melakukan pemeliharaan di jalan tersebut” ujarnya
Lebih lanjut, Hardi juga mengatakan terdapat beberapa kendala dalam pemeliharaan PJU. Karena memang PJU tersebut merupakan barang elektronik yang tidak bisa kita prediksi berapa lama kekuatannya.
“Bahkan sekarang kita betulin, besok ada laproan mati lagi. Kalau komponen foto sel mati, udah otomatis semuanya mati” terangnya
Hardi juga meminta kepada masyarakat untuk ikut bekerja sama dalam merawat PJU yang ada di sepanjang ruas jalan di Kota Serang.
“Kalau kita perbaiki, masyarakat harus bisa merawatnya” harap Hadi
Karena memang, terdapat beberapa masyarakat tidak menginginkan adanya penerangan di sejumlah jalan di Kota Serang dengan alasan yang bisa dimungkinkan karena terdapat beberapa anak muda yang nongkrong seperti pada daerah Pandean
“Karena sampe ada yang di lempar dengan batu, dan ada yang di tembak” katanya (NANI)









