Di Kota Serang, Tercatat Sebelas TKA, Bayar Restrubusi 1.200 Dolar Per Tahun
KOTA SERANG,- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang mencatat, sebanyak sebelas Tenaga Kerja Asing (TKA) berada di Kota Serang.
Kepala Bidang Penempatan Kerja (Penta) Disnakertrans Kota Serang, Cucum Sumiarsih mengatakan, jumlah tersebut dapat dilihat dari data TKA pada laman resmi milik Kemnaker.
“Jumlah TKA yang ada di Kota Serang itu berbasis TKA online langsung dari kemenaker ada 11 TKA. Tersebar di beberapa perusahaan,”kata Cucum saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (10/10).
Dari sebelas Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut, Cucum mengatakan hanya enam TKA yang sudah menyikapi untuk melakukan perpanjangan kerja sama hingga akhir tahun 2023 ini.
“Ada yang terkendala tidak di perpanjang, atau karena memang mereka itu baru. Kalau baru itu kan perpanjangannya nanti 2024,” kata Cucum.
Namun demikian, Cucum mengatakan dirinya tidak bisa menentukan capaian target Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Kota Serang.
Hal itu lantaran dengan banyak nya TKA di Kota Serang, dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun akan mempersempit lapangan kerja bagi tenaga kerja indonesia.
“Kalau dari sisi PAD kita pengen nya banyak, tapi kalau dari sisi untuk memberikan kesempatan bagi tenaga kerja indonesia ya bagusnya sedikit,” katanya.
Dimana, jelas Cucum para TKA yang ada di Kota Serang tersebut membayar retrebusi yang masuk kas daerah sehingga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Serang.
Hal itu sesuai dengan Perturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Dimana retribusi yang berasal dari pembayaran DKPTKA atas pengesahan RPTKA perpanjangan bagi TKA yang bekerja di wilayah Daerah.
“Sekarang sudah ada perda tentang retrebusi TKA dan itu memang dia pengguna TKA itu wajib membayar retrebusi itu perpanjangannya di daerah,” jelasnya.
Cucum juga menyebutkan, para perusahaan yang menggunakan jasa TKA membayar perlanjangan retrebusi di daerah sebesar 1.200 dolar AS dalam setahun
“Jadi mereka itu membayar 1.200 dolar amerika dalam setahun atau sekitar 15 juta. Tergantung kurs nya,” ujarnya mengakhiri (Nani)









