Populer

Baca dan Lihat STNK Anda! Bagi Korban atau Pasien Kecelakaan yang Tidak Memiliki BPJS Wajib Tahu.

- Advertisement -

Impresinews.com – Pernah mendengar atau membaca SWDKLLJ, coba rekan-rekan cermati STNK kendaraan. Saat kita membayar pajak kendaraan, otomatis kita akan dikenai biaya SWDKLLJ.

Apakah yang dimaksud dengan SWDKLLJ dan apa kegunaannya, SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Dengan membayar SWDKLLJ saat membayar pajak kendaraan, maka otomatis diri kita tercatat ikut asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama Jasa Raharja.

Dilansir dari laman resmi Jasa Raharja, tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008, ditetapkan sebagai berikut.

Dasar Hukum Pelaksanaan UU No.33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang jo. PP No.17 Tahun 1965 tentang Ketentuan Pelaksanaan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

UU No.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan jo. PP No.18 Tahun 1965 tentang Ketentuan Pelaksanaan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Jenis Pembayaran Premi dalam program asuransi kecelakaan pada PT Jasa Raharja dikenal dengan 2 (dua) bentuk yaitu Iuran Wajib (IW) dan Sumbangan Wajib (SW).

Iuran Wajib dikutip atau dikenakan kepada penumpang alat transportasi umum seperti kereta api, pesawat terbang, bus dan sebagainya (pasal 3 (1) a UU No.33/1964 jo pasal 2 (1) PP No.17/1965).

Sedangkan khusus penumpang kendaraan bermotor umum di dalam kota dan Kereta Api jarak pendek (kurang dari 50 km) dibebaskan dari pembayaran iuran wajib tersebut.

Sumbangan Wajib dikutip atau dikenakan kepada pemilik atau pengusaha kendaraan bermotor (pasal 2 (1) UU No.34/1964 jo pasal 2 (1) PP No.18/1965).

Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan, untuk motor dengan kapasitas mesin 50 cc s/d 250 cc, akan dikenai tarif sebesar Rp. 35.000,-

Sedang kendaraan untuk jenis Sedan, Station Wagon, Jip, Mini Bus dan lain-lain, sebesar Rp.143.000,-.

Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ, yaitu kita memperoleh perlindungan asuransi bila terjadi kecelakaan jalan raya. Besarnya santunan yang diberikan oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 dan 16/PMK. 10/2017 tanggal 13 Februari 2017.

Meninggal dunia (ahli waris) dari Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah).

Cacat tetap dari Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Biaya perawatan luka-luka maksimal dari Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta Rupiah), naik menjadi Rp. 20.000.000,- (Dua puluh Juta Rupiah).

Penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah).

Penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).

Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris – red), dari Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah), naik menjadi Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah).

Bagaimana cara untuk dapatkan santunan tersebut.

1. Hubungi kantor Jasa Raharja terdekat.

2. Isi formulir ajuan dgn memasukkan (Laporan kecelakaan dari pihak kepolisian atau pihak berwenang), Surat Keterangan Kesehatan dari dokter, Jati diri (KTP-red) korban atau ahli waris korban.

Akan tetapi seringnya korban atau keluarga korban laka lantas malas untuk mengurus laporan ke Kepolisian. Ingat ya, ini syarat penting, Mau dapat hak? Wajib diurus.

3. Jika korban luka-luka dilampirkan kwitansi biaya perawatan & pengobatan yang asli. Sedangkan jika meninggal dunia, dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.

4. Hak santunan menjadi tidak berlaku bila waktu mengajukannya lebih dari 6 bulan, sejak mulai terjadinya musibah atau tak dilakukan penagihan dalam kurun waktu 3 bulan, sejak mulai Hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

Oh iya, santunan ini diberikan tidak hanya pada seseorang atau pengemudi tapi juga berlaku pada berapa penumpang yang turut menjadi korban kecelakaan.

Jadi kita harus tahu Hak kita dan jangan pernah terlambat memprosesnya, kita semua wajib tahu, Karena ada haknya. (Putra)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga