Nasional

Dibangun dengan dana 4,6 Milyar, SD Negeri 03 Teriak Madas masih kekurangan Mobiler

- Advertisement -

Bengkayang_Kalbar, impresinews.com,– Sekolah Dasar Negeri 03 Teriak Madas di bangun dengan dana yang cukup fantastis yakni 4,6 miliyar lebih.

Diketahui dana tersebut bersumber dari APBN 2020, melalui Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Kalbar yang di laksanakan oleh PT Kreasindo Putra Bangsa dan PT Arjuna Putra Bangsa.

Namun sayang, kendati dengan nilai yang begitu fantastis proyek tersebut masih belum mampu memberikan fasilitas yang baik untuk menunjang PKBM di sekolah SD Negeri 03 Terima Mades.

Saat media ini mencoba berkunjung di sekolah tersebut beberapa waktu yang lalu, nampak terlihat ada beberapa ruang kelas memang tidak mempunyai meja ataupun kursi yang cukup memadai untuk para siswa mengikuti proses belajar mengajar.

Bahkan menurut siswa saat belajar mereka harus berbagi meja dan kursi dengan cara bergantian.

Kemudian selain kondisi tersebut, ada juga beberapa bagian kunci pintu yang sudah mulai rusak. Terlihat kran wastafel tidak dapat di fungsikan karena tong penampung air hujan dalam keadaan bocor.

Kondisi ini juga yang menyebabkan kegiatan hidup bersih dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan bagi siswa tidak dapat diterapkan.

Anthonius Othon, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SDN 03 Madas, menuturkan selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah kondisinya baik-baik saja.

Apalagi menurutnya, sekarang sudah dibangun dengan begitu megah. Namun ia berharap kepada pemerintah untuk membantu membuat mobilernya, karena selama ini mobiler yang ada tidak mencukupi dan menyebabkan banyaknya siswa tidak kebagian meja dan kursi.

” Untuk mencukupi kebutuhan meja dan kursi sementara ini kami menggunakan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), dan juga kitaperlu mengetahui anggaran BOS juga sangat minim dan terbatas karena peruntukan bukan hanya di Sarpras. Jadi saya rasa tidak bisa, kemudian untuk masalah keamanan saya harapkan adanya pembangunan pagar keliling untuk sekolah ini,” tutur Anthonius. Kamis (9/12/2021).

Kata Anthonius, hal tersebut juga untuk menjaga keamanan anak-anak dalam waktu proses belajar mengajar dilaksanakan. Agar mereka tertib dan tidak berkeliaran di luar jam sekolah, karena lingkungan sekolah ini cukup luas juga. Supaya mereka saat jam sekolah tetap berada di dalam sekolah.

Untuk masalah mencuci tangan penerapan prokes Covid-19, Kepsek mengatakan, untuk sementara ini mengunakan manual, dikarenakan air kran yang sampai saat ini tidak mengalir akibat tong yang di bangun tidak bisa berfungsi sesuai peruntukannya.

” Saat anak-anak mau mencuci tangan air tidak mengalir, ya otomatis kran jadi sasaran mereka karena tidak puas dengan manual. Menurut saya ini menjadi sebuah kendala yang fatal, sebab pada saat gedung ini di bangun di duga memang tong airnya sudah pecah atau bocor,” ungkap Kepasek SDN 03 Teriak Mades.

Ia menambahkan, kondisi inilah yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera merespon apa yang menjadi kendala SDN 03 Teriak Mades.

“Kondisi itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar, walaupun sekarang masih dalam kondisi dan susana pandemi Covid -19 pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar kami menggunakan sistem Ship. Begitu yang kelas rendah pulang, yang kelas tinggi masuk. Namun saat kondisi sudah normal saya rasa Sapras Kursi dan Meja sangat kurang,” tutupnya.

(Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga