Terkait Upah dan Bagi Hasil Kemitraan, PT TTT Bersama Warga Desa Berinang Mayun Lakukan Mediasi

Landak_Kalbar, impresinews.com,- Masyarakat desa Berinang Mayun, kecamatan Menyuke, kabupaten Landak melakukan mediasi dengan pihak perusahaan PT Tebar Tandan Tenerah (TTT) terkait adanya miss komunikasi masalah kemitraan. Yang mengakibatkan warga melakukan pemagaran jalan divisi 1 PT TTT selama hampir satu bulan.
Kegiatan mediasi tersebut dilakukan di Mako Polsek Menyuke, dan di hadiri oleh Pihak Perusahaan PT TTT, Hironimus Robert (Meneger PT TTT), Kapolsek Menyuke (Iptu Dahman Saragih), Kades Berinang Mayun (Dapenius), Dewan Adat Dayak kecamatan Menyuke ( Fx.Syanting), Kadus Pasak ( Edi), dan sejumlah warga desa Berinang Mayun.
Kapolsek Menyuke Iptu Dahman Saragih menjelaskan, bahwa awal mula terjadinya pemagaran jalan divisi 1 di PT TTT tersebut, karena adanya permasalahan upah kerja dan pembagian hasil kemitraan di menejemen PT Tebar Tandan Tenerah (TTT).
” Kami dari pihak Kepolisian mengambil langkah untuk mempertemukan kedua belah pihak di Polsek Menyuke. Untuk di diskusikan agar masalah itu segera selesai, dan pemagaran jalan divisi 1 dibuka supaya akses jalan kembali normal,” ujar Kapolsek saat wawancara setelah mediasi. Sabtu (20/11/2021).
Sementara itu Heronimus Robet Menejer PT TTT mengatakan, untuk masalah yang terjadi tersebut sebenarnya hanya kurangnya komunikasi. Ia juga menyebutkan, kemungkinan adanya penjelasan yang kurang tepat dan terperinci dari pihak koperasi dan kemitraan mengenai berkurangnya upah dan bagi hasil yang terjadi.
” Masalah kurangnya upah harian kerja (HK) kita bayar sesuai prosedur output yang telah ditetapkan, Ring 1= (4 hari), ring 2= (8 hari), ring 3 =(12 hari), ring 4 = (16 hari). Meskipun dia mempunyai 4 hari kerja/ring 1, tapi hk nya belum tentu full 4 hk. Contoh tebas gawangan di output sudah ditetapkan 0,8 ha/HK, kalau tidak mencapai 0,8 ha/hari maka dia di proporsi, misal hanya mampu 0,5 ha, tinggal 0,5 : 0,8 x 101.993(Upah HK),” jelas Robet.
Heronimus Robet juga menuturkan jika masalah ini sudah di tanggapi dan akan diselesaikan dengan masyarakat, ia juga mengajak masyarakat untuk berkerja sama dengan baik.
” Supaya hasil kemitraan kita meningkat, mari kita perbanyak tim panen, karena losis buah kita yang tidak terpanen masih banyak, walaupun tingkat pencurian juga tinggi,” kata Robet.
Kemudian Edi Kepala Dusun (Kadus) Pasak mengungkapkan sebenarnya pemagaran yang dilakukan hampir satu bulan tersebut tidak di gubris dan seolah dibiarkan oleh perusahaan. Padahal menurutnya, warga mempunyai itikad yang baik dari hal dilakukan.
” Untuk hari ini masalah nya sudah selesai, kami akan buka lagi pagar yang telah warga buat Selasa (23/11) nanti. Terima kasih atas kepolisian sudah mediasi kan kami dengan pihak perusahaan, dan juga terima kasih atas tuntutan kami yang akan dipenuhi,” ucap Kadus Pasak.
(Tino)









