Nasional

Pantau PTMT, Dinkes Labuhanbatu Lempar Pertanyaan Berhadiah

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Antisipasi kluster baru penyebaran Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu memantau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di beberapa sekolah,  Selasa (13/9).

Hal itu dilakukan agar seluruh sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas tetap menerapkan Prokes Covid-19 sesuai poin putusan Gubernur Sumatera Utara.

Sebagaimana diketahui Labuhanbatu  dinyatakan telah menunjukkan perkembangan yang membaik statusnya, dari level 3 PPKM turun menjadi level 2 dan diperbolehkan melaksanakan PTMT.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Kamal Ilham didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Friska E. Simanjuntak dan stafnya menyebutkan, hari ini ada tiga sekolah yang melakukan PTMT, yakni SMPN1 Ransel, SMAN1 Ransel dan SDN 10 Rantau Utara.

“Selain kita berikan pemahaman kepada guru dan anak-anak sekolah akan pentingnya menjaga Prokes, Dinas Kesehatan juga memberikan bantuan berupa masker sekitar 4.500 helai dan beberapa botol Handsanitizer,” kata Kadis.

“Ini kita lakukan agar anak-anak merasa nyaman saat belajar di sekolah, dan kita tidak ingin adanya kasus baru Covid-19 karena diadakannya kegiatan belajar tatap muka ini,” timpalnya.

Terkait alasan Pembelajaran Tatap Muka di Labuhanbatu, Kamal menyebutkan setelah pasca putusan Gubsu daerah kategori level 2 dan 1 maka diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan syarat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam artian, kata Kadis, jumlah kehadiran 50% dari total keseluruhan siswa, menjaga jarak, memakai masker dan sekolah menyediakan tempat cuci tangan.

Ketika memantau pelaksanaan PTMT, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu terlihat bercengkerama dan memberi gebrakan semangat kepada guru dan para siswa. Sesekali Kadiskes Kamal memberikan pertanyaan.

Bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan maka akan akan diberi hadiah, selain itu ia juga menyerahkan bantuan berupa masker, Handsanitizer, Sabun pencuci tangan dan obat-obatan berupa vitamin.

Di sisi lain Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Friska Simanjuntak menyampaikan bahwa seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Labuhanbatu juga melakukan monitoring ke sekolah-sekolah.

Friska menuturkan monitoring akan terus dilakukan, dan bila memungkinkan pemantauan dilakukan seminggu empat kali.

Sementara itu murid kelas 7 SMN 1 Ransel, Habibi (12) mengungkapkan rasa bahagianya telah mengikuti pembelajaran tatap muka kembali, ia mengaku setahun lebih tidak bertemu teman dan gurunya.

“Kangen sama sekolah dan kawan-kawan, semoga tidak dilarang lagi belajar disekolah, Lebih enak dan gampang belajar di sekolah ketimbang Daring” ucapnya.

Lain sisi, Kepala sekolah SDN 10 Nurimah Ritonga mengatakan akan selalu siap dan mengordinasikan guru dan anak didiknya tetap menerapkan Prokes dalam kegiatan sekolah. pihaknya juga akan selalu menyediakan alat-alat serta kebutuhan seperti masker dan tempat cuci tangan. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga