Miris, Warga Isoman Tidak Ada Perhatian dari Puskesmas

Lampung Barat, impresinews.com, Istri dari sukatno warga Lingkungan Sukamakmur 2 Kelurahan Waymengaku Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) saat ini sedang menjalani isolasi Mandiri Covid-19.
Akan tetapi diduga saat menjalani Isoman tidak dapat perhatian dari petugas Puskesmas setempat saat menjalani Isolasi Mandiri
Sebelumnya , Istri dari sukatno dinyatakan terpapar covid 19 oleh petugas puskesmas, tepatnya tanggal 3 Agustus 2021, dan disarankan untuk menjalani isolasi mandiri, serta diberi beberapa obat obatan oleh pihak puskesmas.
Namun , hingga hari ke Lima, istri dari sukatno justru sakitnya bertambah parah hingga sesak nafas. Anaknyapun mencoba untuk menghubungi petugas puskesmas, dan berharap ada pengontrolan dari pihak puskesmas.
Anehnya petugas tersebut justru menyuruh pihak keluarganya membawa ke Rumah Sakit.
Dalam kondisi keluarganya yang di vonis covid 19, tidak ada satupun warga yang berani membawa keluarga tersebut ke Rumah Sakit.
Lalu merekapun mencari pinjaman tabung oksigen dan mengisinya untuk merawat ibunya dirumah, serta membeli obat dan vitamin dengan menggunakan uang pribadi.
Saat memasuki hari kedelapan, mengalami sesak nafas yang hebat, miris nya pihak puskesmas menolak menggunakan mobil ambulan dengan alasan persediaan tabung osigen kosong.
“Saya sudah menghubungi pihak puskesmas untuk membawa ibu saya ke Rumah Sakit menggunakan mobil ambulan, tapi pihak puskes menolak dengan alasan persediaan tabung oksigen kosong,” kata Iis Anak Sukatno Sabtu (21/08/2021)
Namun disaat bersamaan tiba- tiba ada seorang perawat yang berbaik hati datang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan segera membawa ibunya kerumah Sakit.
” Yang jelas sejak keluarga kami dinyatakan covid 19, kami diminta untuk isolasi mandiri, diberi beberapa obat-obatan dan hingga ibu kami dibawa ke RS sekalipun tidak ada petugas puskesmas yang mengotrolnya,” lanjutnya iis.
Sementara itu, Eko pihak Puskesmas Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Liwa (Lambar) saat dikonfirmasi media mengatakan,Sebelumnya Ia minta maaf terutama kepada keluarga nya,
“Saya mengaku salah karena tidak mengikuti prosedur puskesmas, mungkin itu suatu kesalahan saya dan yang nama nya manusia kemampuan nya terbatas, memang pada saat itu keluarga nya menghubungi saya, dan saya sarankan untuk ke Rumah Sakit menggunakan mobil pribadi, karena kalau menggunakan mobil ambulan puskesmas, nanti RS nyangka nya sudah di rawat di puskes dan sudah pasti ditolak.” kata Eko salah seorang petugas puskesmas
Lanjut nya, pihaknya bukan tidak mau bawa , Ia mengaku lagi tidak masuk (alpha) dan dipuskesmas ini, katanya belum ada obat anti virus.
“Makannya kami belum di ijinkan untuk merawat pasien covid dipuskesmas ini, tapi kalau obat ala kadar dari puskes sudah saya kasih,” Tutup nya eko.
Disaat bersamaan Harjunadi kepala Upt Puskesmas setempat membenarkan penjelasan dari Eko salah seorang petugas puskesmas setempat terkait kurang nya perhatian dari pihak puskesmas yang mempunyai keterbatasan oksigen dan obat-obatan atau alat periksa lain nya.
“iya mas saya selaku kepala puskemas saya minta maaf, karena ini kesalahan kami, biasa nya kalau sudah dihubungi langsung kami periksa, dan mungkin pada saat itu kami lagi alpa mas.” tutupnya Harjunadi.
(sunariyanto)









