Populer

Kebijakan Gubernur NTT Menuai Protes dan Kritik Netizen

- Advertisement -

Kupang,Impresinews.com, – Terkadang ada rasa aneh terhadap sebuah kebijakan yang diambil seorang Pejabat alias pemimpin,ada konsekuensi besar yang harus ditanggung.

Misalnya kebijakan Gubernur  NTT untuk mengirim jenazah almarhum Bupati Lembata Eliaser Yantje Sunur yang dinyatakan positif covid-19 pada beberapa hari lalu.

” Banyak cuitan ungkapan penyesalan, kecewa, marah dan sakit hati netizen atas apa yg terjadi, menjadi tanda tanya besar,apakah memang harus begini?apakah karena pejabat yang nota bene ada kedekatan ataukah ada hal lain? bayangkan selama ini saudara kita yang meninggal akibat covid tidak mendapat perlakuan yang sama? kesalnya.

Sementara ada pejabat yang bisa diistimewakan sampai 2 hari,sungguh miris nasib masyarakat.

Banyak kritikan tajam dari netizen sebagai ungkapan kekecewaan atas kebijakan orang nomor satu NTT,apakah NTT hanyalah milik mereka yang berdasi,bergelar, ataukah berduit sehingga apa saja bisa dilakukan meskipun bertentangan?

Selain Netizen juga Angela Merci Piwung Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB dihubungi media ini melalui Whatsap mengatakan ” tindakan Gubernur NTT menerbangkan Jenasah Bupati Lembata adalah sebuah tindakan yang salah dan melanggar prosedur protokol kesehatan.

Tindakan ini lanjut Wanita asal Nagekeo  akan membuka ruang konflik apabila ada pasien covid yang meninggal yang juga diminta keluarga untuk diberangkatkan ke tempat kelahiran menggunakan angkutan udara, dan apabila tidak dijinkan kata Merci akan menimbulkan kecemburuan dari masyarakat kalangan bawah bahkan akan terjadi keributan.

“Sebenarnya yang sudah meninggal itu butuh doa kita mengiringi kepergian mereka tapi ini malah terbalik ada cibiran dan omelan,” Kata Merci

Melihat kejadian itu, Netizen meluapkan kekesalan mereka atas kebijakan gubernur yang dianggap melanggar aturan protokol kesehatan. (Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga