Cegah Banjir, DPRKP Banten Ajak Masyarakat Buat Lubang Resapan Biopori

SERANG,- Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Provinsi Banten, Rachmat Rogianto mengajak seluruh masyarakat untuk membuat lobang resapan atau biopori untuk mengurangi resiko banjir serta meningkatkan perkolasi air hujan ke dalam tanah.
Rachmat mengungkapkan, lubang resapan biopori tersebut dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah serta dapat memperluas bidang penyerapan air, sehingga daya serap tanah terhadap air yang ada di permukaan dapat terisi oleh sampah organik.
“Pembuatan biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di lingkungan perumahan yang menerapkan konsep rumah hijau,” kata Rachmat, Rabu (19/06)
Menurutnya, lobang resapan sangat penting bangi masyarakat di area pemukiman padat penduduk untuk meningkatkan daya resap air hujan terhadap tanah sehingga mampu mengurasi resiko banjir akibat meluapnya air hujan.
“Lubang resapan ini mampu meningkatkan daya serap tanah terhadap air. Nah biasanya, air hujan yang mengalir dengan cepat dapat menyebabkan erosi tanah. Teknik ini menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka yang sempit,” jelasnya.
Pembuatan lubang resapan tersebut merupakan upaya DPRKP untuk mengurangi resiko banjir di Banten. Dimana pemanfaatan tersebut juga dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah terhadap kesehatan tanah.
“Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Organisme dan mikrorganisme tanah memiliki peran penting dalam ekologi diantaranya sebagai detritivora dan pengikat nitrogen dari atmosfer,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa membuat biopori dan sumur resapan di rumah untuk mengatasi genangan air dan mengurangi resiko banjir di Banten
“Tentunya pembuatan lubang itu jangan dilakukan di tanah yang tertutup semen, harus di halaman rumah yang memang bebas dari benda padat dan harus langsung bersentuhan dengan tanah. Apalagi banyak kegunaan dan manfaatnya, terutama di daerah rawan banjir dan rawan kekeringan,” tandasnya. (ADV)









