Empat Tahun Tertunda Akibat Pandemi, Ratusan Calon Jemaah Haji di Kota Serang Berangkat Ke Tanah Suci

KOTA SERANG,- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang akan memberangkatkan 400 calon jemaah haji Kota Serang yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 selama empat tahun.
Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Serang, Deni Rusli mengungkapkan terdapat 1.200 jemaah haji yang akan berangkat tahun ini. Dimana, 30 persen diantaranya ialah calon jemaah haji yang sempat tertunda akibat pandemi covid-19.
“Ada 1.200 jemaah haji tahun ini, meningkat kalau tahun 2023 itu sekitar 900 an. Kalau persentase nya paling 30 persen lah untuk yang tertunda usia di tahun 2023,” kata Deni saat dikonfirmasi usai acara Manasik Haji, Senin (29/04).
Deni mengungkapkan, calon jemaah haji yang tertunda pasca covid-19 ialah mereka yang berumur lebih dari 65 tahun. Hal itu untuk dilakukan untuk menghindari sesuatu yang akan terjadi pada jemaah haji lansia.
“Kalau yang tertahan itu kan terkait usia yah, kemarin yang berangkat di covid itu usia 65 kebawah. Yang 65 keatas belum bisa berangkat nah berangkat lah tahun ini,” ujar Deni
Deni juga mengungkapkan kuota haji diberikan terhadap calon jemaah haji yang berhak lunas. Namun kata Deni, masih sekitar 20 jemaah haji yang belum melakukan pelunasan untuk pemberangkatan tahun ini.
“Jamaah yang belum pelunasan kalau angka nya mah tidak kurang dari 20 orang. Kuota haji itu diberikan kepada mereka yang berhak lunas kemudian ada cadangan 5 persen lansia. Setelah dikalkulasi 5 persen itu usia 83 keatas,” katanya.
Salah satu calon jemaah haji asal Kecamatan Serang, Kota Serang, Siti Rofiah mengungkapkan pihaknya telah menunggu sekitar 12 tahun untuk dapat berangkat ke tanah suci.
“Nunggu 12 tahun, iya ketunda harusnya tahun 2022 berangkat. Pas covid itu namanya setengah yang berangkat jadi baru bisa berangkat tahun ini,” kata Siti.
Dirinya mengaku satu keluarga nya pun menjadi salah satu korban penundaan pemberangkatan haji akibat pandemi covid-19.
“Harusnya berangkat dengan keluarga, pas covid-19 ketunda semua soalnya kita beda kursi satu-satu jadi sebelah-sebelahan,” terangnya
Namun demikian, Siti Rofiah mengaku pihaknya tetap menerima keputusan yang dikeluarkan oleh kantor kementerian agama setempat guna mengantisipasi merebaknya wabah virus covid-19.
“Karena memang keadaannya begitu jadi ya diterima. Tapi sekarang Alhamdulillah senang udah mau berangkat,” tutup siti. (Nani)









