Jelang Natal, Gereja HKBP serang Persiapkan Ibadah Untuk 6 Sesi

KOTA SERANG,-Menjelang perayaan Natal, berbagai persiapan mulai dilakukan pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ressort Serang XXI Banten. Mulai dari pemasangan tenda hingga hiasan pohon Natal sudah terpasang.
Pendeta HKBP Ressort Serang XXI Banten, Erwin Margun mengatakan pihaknya telah menyediakan sebanyak 600 kursi jemaat dalam satu sesi untuk ibadah Natal 2023. Namun jumlah jemaat yang datang seringkali melebihi batas maksimum.
“Pada Natal tahun lalu, jumlah jemaat yang beribadah di Gereja HKBP Serang melebihi jumlah tersebut. Mudah-mudahan dengan pengalokasian peserta ibadah, peserta disini tidak terlalu menumpuk,” kata Erwin, di Gereja HKBP serang, Jum’at (22/12).
Dikatakan Erwin, Gereja HKBP Serang akan dipenuhi oleh jemaat dari Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sehingga diprediksi ribuan jemaat akan datang untuk merayakan Natal di Gereja HKBP Serang.
Oleh karena itu, pihanya melakukan pembagian ibadah natal menjadi 6 sesi agar tidak terjadi penumpukan jemaat. Dalam setiap sesi, akan ada 600 jemaat yang hadir di HKBP Serang.
“Ini cara kita mengantisipasi agar tidak terjadinya penumpukan dengan dibagi sesi. Karena untuk kapasistas ruangan untuk ibadah ini hanya dapat menampung 600 jemaat,” pungkasnya.
Namun demikian, Erwin mempresiksi jumlah yang datang ke Gerja HKBP Serang tahun ini akan berkurang. Hal itu lantaran sebanyak 300 jemaat sudah melakukan ibada Natal di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Rangkasbitung-Pandeglang.
Erwin mengatakan, puncak perayaan natal jatuh pada 24 Desember 2023, sedangkan pada 25 Desember 2023 adalah perayaan kudus bagi umat Kristiani. Sehingga pada 24-25 Desember akan banyak jemaat yang memadati Gereja HKBP.
“Puncaknya tanggal 24, biasanya dari jam 4 sore sampe malam. Tapi karena natal ini jatuh pada hari minggu, kemungkinan dari pagi sudah ramai, karena ada ibadah seperti biasa,” katanya.
Erwin menjelaskan bahwa, Jemaat yang hendak melakukan Ibadah Natal di HKBP Serang dianjurkan untuk tetap menggunakan masker saat beribadah.
“Seperti himbauan presiden kita, meskipun PPKM telah dicabut, tetapi bakteri sama virus masih tetap ada aja,” ujarnya mengakhiri (Nani)









