Nanang : RPJMD Janji Politik Walkot dan Wawalkot Kota Serang Capai 96 Persen
KOTA SERANG,– Bappeda Kota Serang gelar acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai langkah awal dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Serang 2024 disalah satu hotel Kota Serang, Selasa (27/03)
Terdapat 4 fokus pemerintah Kota Serang pada musrenbang RKPD 2024, yakni pada bidang kesehatan, pendidikan, infladi dan politik yang kerap sekali menjadi isu-isu strategis
Nanang Saefudin Sekda Kota Serang mengatakan pelayanan dasar seperti pada bidang pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas pada setiap tahun nya.
“Karena menyangkut unsur kebudayaan manusia. Pendidikan kesehatan ekonomi karena kita kan kemarin sempat terpuruk dengan covid-19. Terus juga masalah infrastruktur” Kata Nanang Saefudin usai saat di Konfirmasi usai acara pemukaan musrenbang RKPD 2024
Akan tetapi, lanjut Nanang bahwa jika melihat terhadap hasil dari pada janji-janji politik yang disampaikan oleh walikota dan wakil walikota yang tertuang dalam RPJMD, angka komulatif sudah mencapai 96 persen.
“Jadi tinggal 4 persen” Kata Nanang
Nanang juga menengaskan bahwa dalam satu kepemimpinan tidak akan ada pemimpin yang benar-benar memyelesaikan RPJMD hingga 100 persen.
“Tidak mungkin dalam satu kepemimpinan ini akan selesai semua, dimanapun dan itu imposible” Tegas Nanang
Lebih lanjut, Nanang juga mengatakan bahwa terdapat macam-macam rencana pembangunan yang tidak sesuai dengan rancangan RPJMD, sebagai contoh yakni pada pembangunan jalan
“Janji politiknya pak wali mungkin jalan sekin ratus kilo meter mungkin sudah terpenuhi. cuman masih banyak jalan akibat terjadinya banjir, hujan yang kadarnya lebih tinggi. Sehingga jalan yang tadinya diperkirakan bagus menjadi rusak” Terangnya
Nanang Saefudin juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus menelan kekurangan yang ada dalam rancangan RPJMD 2023.
Karena memang, kondisi di lapangan sering sekali tidak sesuai dengan perencanaan saat melakukan pembangunan.
“Ternyata setelah saya turun ke lapangan, banjir itu bisa jadi karena memang drainase nya buruk, tapi adajuga drainasen nya bagus tapi karena perilaku masusia nya yang tidak di siplin sehingga menyebabkan banjir dan drainase tidak berfungsi” ujarnya
Akan hal ini, Nanang terus mengingatkan bahwa permasalahan banjir memang seharusnya menjadi pemikiran seluruh bagi stake holder. bukan hanya infrastruktur, tetapi perilaku manusia juga menjadi penting dalam kondisi tersebut. (NANI)









