Bertajuk Ekspedisi Sungai Batanghari, Tim Kemendikbudristek Kunjungi Tebo

TEBO impresinews com – Rombongan atau tim dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek (Kemendikbudristek) RI yang dipimpin oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti disambut dengan Silat Sembah dan Tari Teluk Kembang khas Margo XI Koto. Bertempat dilapangan Simpang Logpond Desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, kemarin.
Menyusuri Sungai, Merekat Ketersambungan Warisan Budaya Indonesia dengan tema ” Ekspedisi Sungai Batanghari ” yang diikuti oleh 50 orang peserta. mereka ini terdiri atas peneliti, akademisi, mahasiswa, dan komunitas budaya dari beberapa wilayah di Indonesia dan komunitas di sepanjang Sungai Batanghari Tebo, tak ketinggalan diikuti Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo.
Setelah Penyambutan Ekspedisi Sungai Batanghari dilanjutkan perjalanan menuju situs Candi (Gedong) Teluk Kuali guna melakukan Penelitian dan Observasi hingga pukul 13:00 wib, dilanjutkan dengan jamuan Kuliner Tradisional Nasi Ibad Gulai Bebege di Panggung Seni Budaya Desa Teluk Kuali, lalu Pukul 14:00 wib pelepasan Tim Ekspedisi DAS Batanghari menuju Muara Tebo.
Semua persiapan penyambutan sederhana dan penuh makna ini dilakukan dengan swadaya masyarakat, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Teluk Kuali dan Komunitas Sanggar Seni Kuali Mas dan Pokdarwis Negeri Pemuncak serta komunitas yang ada di Desa Teluk Kuali dan sekitarnya.
Ketua Pokdarwis Negeri Pemuncak Aswandi,S.Kom menuturkan, bahwa penyambutan kunjungan ini, Ia harap mendapat perhatian khusus Pemda Tebo dan juga cerminan semuanya, karena pentingnya akan pembangunan berbasis kebudayaan di Kabupaten Tebo yang juga tidak kalah dengan daerah lain memiliki seni budaya tradisi yang sangat kaya.
Lanjutnya, Dewasa ini mulai meredup, kedua hal tersebut dapat menjadi alasan mendasar yang kuat untuk melakukan rencana pembangunan berdasarkan kebudayaan, salah satu upaya komunitas merevitalisasi Tari Teluk Kembang dan upaya ini menggalakkan kembali budaya tradisi yang hampir punah.
” Selain itu juga kami mempromosikan kuliner tradisional yang sebelumnya tidak dikenal, hulunya kebudayaan itu dipedesaan bukan di kota, jadi kami komunitas-komunitas ini butuh perhatian dari Pemda terkait agar bisa tujuan mulia ini berkelanjutan serta berkembang. ” Ungkap Ketua Pokdarwis Negeri Pemuncak, Aswandi. (BG5115LA)









