Nasional

Wagubsu: Pemahaman Masyarakat Akan Stunting Masih Rendah, Kehadiran Satgas Dibutuhkan

- Advertisement -

MEDAN, Impresinews.com,- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan pembekalan terkait stunting di Hotel Radison Medan, Kamis (19/5).

Dalam kesempatannya itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ingatkan satgas stunting yang hadir dapat mengikuti dan memahami pembekalan yang disampaikan BKKBN.

“Harapan kita dengan kehadiran bapak ibu di sini bagaimana pemahaman stunting ini bisa sampai ke masyarakat. Kadang di kota saja tak tahu apa itu stunting, apalagi di daerah-daerah,” kata Wagub.

‘Harapan kami, bapak ibu bekerjalah dengan sepenuh hati karena kerjaan ini akan dicatat di akhirat, karena menolong nyawa menolong masa depan saudara, generasi kita dan semoga target kita penurunan angka stunting di Sumut mencapai 14% di tahun 2024 bisa tercapai,” ungkap Ijeck sapaan Musa Rajekshah.

Ijeck menambahkan tugas para Satgas terpenting adalah memberi pemahaman terkait stunting dan intervensi mencakup aspek penyiapan kehidupan berkeluarga.

“Semua bermula dari keluarga, penting untuk orang yang mau menikah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar,” ujar Ijeck.

Sementara itu, Kepala Kantor BKKBN Sumut Mhd Irzal menyampaikan pemerintah daerah diminta untuk mampu memprioritaskan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran percepatan penurunan stunting.

“Di antaranya remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0 hingga 59 bulan,” kata Irzal.

Untuk itu, lanjutnya, penurunan stunting membutuhkan pendekatan intervensi yang komprehensif.

“Intervensi ini mencakup aspek penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan akses air minum serta sanitasi,” jelas Irzal. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga