Nasional

133 Anak di Kota Serang Putus Sekolah, 20 Persen Akibat Korban Bullying

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mengklaim  Sebanyak 133 anak tidak bersekolah di wilayah Kota Serang.

Hal itu lantaran adanya faktor ekonomi, sehingga menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk tidak melanjutkan anaknya sekolah.

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Tb. Agus Suryadin mengatakan, sebanyak 133 anak dari mulai SD hingga tingkat SMA tidak melanjutkan sekolah.

“Anak-anak yang putus sekolah sudah kita data dan ada sebanyak 133 yang putus sekolah,” Kata Agus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (27/07)

Padahal, jelas Agus bahwa, saat ini sudah banyak program yang membantu peserta didik. Sehingga, faktor ekonomi menjadi alasan untuk tidak melanjutkan sekolah.

“Rata-rata alasannya ekonomi, padahal alasan ekomoni sudah bisa diatasi. Ada program Indonesia pintar, kuliah Indonesia pintar, artinya hal tersebut tidak bisa menjadi suatu alasan,” kata Agus

Ia mengatakan, 80 persen anak tidak melanjutkan sekolah di Kota Serang lantaran kurangnya faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan bagi banyak orang tua.

“Sekitar 80 persen itu karena faktor ekonomi,” kata Agus.

Sementara 20 persen sisanya, jelas Agus bahwa adanya anak yang menjadi korban bullying dan anak dalam kondisi cacat dan lain sebagainya.

“20 persen sisanya karena adanya anak yang cacat dan juga ada yang sewaktu sekolah jadi korban bullying dan lain sebagainya.”

Oleh karena itu, Agus berharap dengan adanya program yang telah dijalankan oleh pemerintah Kota Serang, sebanyak 133 anak yang putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya lagi.

“Dari 133 orang ini kita akan bantu agar anak-anak ini dapat melanjutkan sekolah,” ujujarnya (Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga