Berita Daerah

Waspada HOAX…!!! Umar Barmawi : Jihad di Medsos Itu Perintah

- Advertisement -

SERANG, impresinews.com,- Semakin merebak Hoax di Negeri tercinta ini sehingga dipandang penting dalam memberikan Penguatan Paham Kebangsaan dan waspada berita HOAX yang digelar oleh H. Umar bin Barmawi anggota DPRD Provinsi Banten sekretaris fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus sekretaris DPW PKB Banten, Di Pejaten mas, Kramatwatu-Kabupaten Serang, Jum’at ( 02/07/2021)

Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan kader Partai Kebangkitan Bangsa, Pengurus PAC Kramat watu, PAC Waringin kurung, PAC Gunung sari, PAC Pengurus Garda Bangsa Kabupaten Serang serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

H. Umar Bin Barmawi Komisi V DPRD Provinsi Banten dalam pemaparannya mengatakan dimasa pandemi ini kita harus jaga kesehatan dan tetap waspada serta mari kita dukung pemerintah dalam penuntasan program vaksinasi karena sekarang ini muncul varian baru virus Corona agar kita semua senantiasa sehat.

“Kita juga harus waspada paham kebangsaan dan Berita HOAX melalui cerdas bermedsos (media sosial) Ahlussunah waljama’ah kita harus tawashut (berada di tengah-tengah), tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus) dan tasamuh (toleransi), ” jelas Umar.

Jika kita mengamalkan ke empat hal tersebut sambung Umar maka kita akan menjadi orang yang menghormati perbedaan dan tidak mudah menyalahkan orang lain.

Lanjut Umar, di Era 4.0 jika kita tidak update pemahaman kita maka kita akan mudah terpengaruh dengan paham-paham yang radikal dan anti damai.

Dijelaskan Umar, tujuan medsos adalah sebagai media komunikasi dan sarana membangun hubungan dan relasi, sehingga penting kita update informasi, jangan biarkan kebohongan-kebohongan terus merajalela.

Manfaatkan medsos untuk hal-hal yang positif seperti untuk berbisnis, hiburan, tempat mengekspresikan diri dan sarana silaturahmi.

“Jihad di medsos itu perintah para kiyai dimana kita harus i’tidal (tegak lurus), jadi manut kiyai itu bukan hanya cium tangan tapi juga laksanakan perintahnya, karena para kiyai melihat jika perang medsos tidak dikonter maka akan muncul perpecahan,” tegas Umar.

Hayani tokoh masyarakat Kramatwatu mengungkapkan bahwa negara kita ini terdiri dari beragam budaya dan kebhinekaan.

“Saya ingat pada zaman saya sekolah bahwa negara kita adalah negara demokratis, jadi harus menghargai perbedaan dan menjadikan perbedaan itu sebagai keragaman yang harus dijunjung tinggi dengan toleransi,” ungkapnya.

Di era digital sekarang ini kita harus penguatan paham kebangsaan dan waspada berita hoax agar tidak terjadi perpecahan yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa, tandasnya.

(Taty)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga