Warga Lansia di Kabupaten TTS Keluhkan Kinerja Pemerintah Desa Teas

Soe (NTT)- impresinews.com,- Sebanyak enam orang lanjut usia (Lansia) asal desa Teas Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluhkan kinerja pemerintah desa.
Mereka menilai Pemdes tidak memihak kepada masyarakat dan terkesan lebih memihak kepada keluarga mereka sendiri, terkhususnya dalam penetapan masyarakat penerima bantuan langsung tunai yang dianggap tidak tepat sasaran.
Bedasarkan informasi yang dihimpun, diantara ke-enam orang lanjut usia ini pernah didatangi aparat desa melalui kepala dusun dan sudah melakukan pendataan bahkan dijanjikan akan mendapatkan bantuan langsung tunai dana desa namun yang terjadi tidak seperti yang dijanjikan.
“Selama ini dusun pernah datang dan mengambil ktp saya kemudian foto, katanya untuk dapat bantuan,” kata Beci Fallo warga desa Teas saat dikonfirmasi Senin (27/09/2021)
Namun pada kenyataannya , katanya sampai sekarang Ia belum pernah merasakan namanya bantuan dari pemerintah dan juga selain bantuan langsung tunai dari dana desa.
“Saya belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah.”,ujar Beci Fallo menambahkan.
Selain Beci Fallo(85) ada juga beberapa lanjut usia lainnya yang mengalami nasib yang sama diantaranya, Naomi Ataupah, Elisabeth Taunu, Gideon Liunima, Pitronela Timo dan Oktoviana Selan.
Sementara itu Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat Yerim Yos Fallo saat dihubungi media ini mengatakan, jika pemerintah desa merasa memiliki rakyat dan memiliki Nurani yang baik para orang tua ini harusnya didahulukan baru yang lain.
“Apalagi menurut informasi yang kami peroleh dari PAC Pospera Kecamatan Noebeba bahwa nama-nama lanjut usia yang disebutkan di atas sudah pernah diusulkan oleh BPD dan RT juga tapi sayangnya hingga saat ini belum diakomodir oleh Kepala Desa,” kesal pria kelahiran Oebobo Batu Putih itu, Rabu (29/09/2021)
Bahkan, katanya ada juga perangkat desa yang menyuruh mama Beci Fallo memberikan KTPnya untuk di data serta mama Beci disuruh ke kantor desa saat pembagian BLT.
“Namun dalam penantiannya di kantor desa namanya tidak terdaftar dalam penerima bantuan BLT Dana Desa” Ucap Politisi PDIP TTS.
Lanjut Pria yang biasa disapa Yerim, terhadap kondisi ini juga, Ia mau mengatakan bahwa kejadian ini diharapkan agar menjadi contoh bagi desa yang lain
“Agar jika ada di desa lain yang masih mengalami kondisi seperti ini tolonglah untuk menjadi perhatian agar para lansia dan duda serta janda didahulukan dalam pendataan pemberian bantuan” harapnya.
Selain itu, kuat dugaan bahwa diantaranya penerima bantuan langsung tunai dana desa Teas terdapat warga masyarakat desa Teas yang sesuai informasi tidak lagi bertempat tinggal di desa Teas namun masuk dalam daftar penerima bantuan.
Serta adanya dugaan jika anak mantu dari ketua BPD yang tidak tinggal di desa teas tapi juga terdaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai dana desa teas.
Sementara Kades Teas Melianus Sabaath hingga berita ini diturunkan tidak bisa dikonfirmasi.(Arnold)







