PETI di Intake Madi harus tegas, Lingkar : Ini jiwa ribuan orang, tak perlu takut dibekingi beberapa orang sekalipun dia orang hebat.

Bengkayang_Kalbar, impresinews.com,- Aktivitas pertambangan emas tanpa ijin(PETI) di hulu Intake Madi saat ini menjadi sorotan di kalangan masyarakat Bengkayang khusunya dan Kalimantan barat umum nya.
Karena pekerjaannya yang dianggap berani tanpa memikirkan dampak bagi puluhan ribu masyarakat yang mengkonsumsi sumber air Madi, yang diketahui sudah tercemar oleh limbah PETI.
Akibat hanya segelintir orang tersebut, ada sekitar 35.000 orang jiwa kesehatannya terancam dalam beberapa bulan terakhir. Karena air itu adalah air bersih untuk di konsumsi utama dalam kebutuhan hidup sehari-hari.
Perlu kita ketahui, daerah itu juga masih dikategorikan areal kawasan hutan lindung yang seharusnya di jaga dan di pelihara oleh masyarakat sekitar.
Indrayana seorang pemerhati lingkungan dan penasehat dari sebuah lembaga Lingkungan Bengkayang Pesisir (Lingkar) mengungkapkan, mengenai tambang emas yang di lakukan di dekat penampungan air Perumdam Tirta Bengkayang tersebut.
Dirinya sangat menyayangkan kegiatan yang dilakukan tanpa memikirkan puluhan ribu orang yang akan mengalami dampaknya.
“Kebetulan saya juga sebagai konsumen PDAM Bengkayang, pastinya menggunakan air dari madi ini juga. Untuk itu tolong hentikan kegiatan itu, pikirkan juga jiwa ribuan orang, kalian hanya kerja paling puluhan orang. Enaknya kalian kami yang jadi tumbal kena penyakit nantinya,” kata Indrayana saat di temui. Jumat (18/2).
Ia berharap kepada tim gabungan penindakan PETI yang telah di bentuk Pemkab Bengkayang, dengan melibatkan beberapa unsur dari Dinas Lingkungan Hidup, Polhut, satpol-PP, dan TNI/Polri. Untuk melakukan ketegasan dalam penindakan di Intake Madi .
” Sekali lagi ini menyangkut kesehatan kita, dalam posisi ini kita berharap kepada pihak pemerintah kabupaten Bengkayang. Harus tegas tidak perduli dia dibekingi oknum A/B/C, karena untuk melindungi puluhan ribu nyawa manusia,” ungkapnya.
” Marilah kita ubah pola itu, dan sekarang kita belajar untuk menghargai alam dan bersama-sama untuk menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Disisi lain ada salah satu warga Bengkayang bernama Rita, ia juga mengungkapkan kekesalannya terhadap pekerjaan PETI di Intake Madi yang mana tempat sumber air utama Perumdam Tirta Bengkayang.
” Saya kalau jadi aparat berwenang sudah saya berantas itu, kalau mereka cemari sungai Sebalo ini !!!, teserah silahkan saja, karena kita tidak minum air sungai Sebalo. Kalau Intake Madi ini satu satunya sumber air yang kita konsumsi setiap hari,” kesal Rita sembari berucap.
Lanjut Rita, Kalau sudah di cemari rasanya itu bagaimana, kita juga harus pikirkan yang konsumsi mulai dari anak kecil, orang tua dan semua kalangan yang berdomisili di kabupaten Bengkayang.
” Bahkan pagi pagi tadi saya cek sudah kotor airnya mana mungkin bisa kita konsumsi air seperti itu,” tutur nya.
(Tino)









