Pantau Proyek SMI, Kejati : Masih Berjalan Lancar dan Aman

NTT, impresinews.com,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman NTT pada tahun Anggaran 2021 membangun sejumlah embung kecil di wilayah NTT. Hal ini dilakukan guna mengatasi masalah krisis air bersih untuk masyarakat dan ternak saat musim kemarau tiba.
Pembangunan sejumlah embung di wilayah NTT itu dilakukan setelah Pemerintah Provinsi NTT mendapat Pinjaman dana dari PT SMI untuk kepentingan pembangunan Infrastruktur yang masih minim.
Melalui Pinjaman SMI maka Pemprov NTT membangun sejumlah sarana seperti, Jalan, Jembatan, Air Bersih dan lainnya.
Khusus untuk air bersih, Pemprov bangun sejumlah embung kecil yang diperuntukan bagi masyarakat yang alami kekurangan air bersih saat musim kemarau.
Asisten Inteljen Kejaksaan Tinggi NTT Asback saat Bersama tim Kejati NTT meninjau Pelaksanaan Kegiatan Proyek SMI tahun 2021 di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang belum lama ini mengatakan, dari hasil pantauan di beberapa Lokasi kegiatan Proyek SMI semuanya masih berjalan lancar dan aman.
“Hasil Pantauan kita semua sedang berjalan lancar dan aman, meski terdapat kendala tetapi masih bisa diatasi di lapangan.”katanya.
Menurutnya, pantauan yang dilakukan oleh tim Inteljen Kejati NTT ini sudah dilakukan di sejumlah daerah sepeti, TTS, TTU, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
“Kita sudah pantau sampai ke daratan Flores, pulau Timor, kalau di Timor kita tinggal lanjutkan ke Atambua, Malaka dan lainnya” Sebut Asback.
Untuk diketahui, Pembangunan Embung oleh Pemrov NTT melalui Dana SMI Tahun 2021 ini berkapasitas Kecil seperti di Desa Oenai Kecamatan Kupang Barat dan Kecamatan Sulamu dengan Total Dana Rp 3.035.185.000 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender sejak terkontrak pada 22 september 2021 dan fisik saat ini telah mencapai seratus persen.
Sementara untuk Kota Kupang terdapat dua unit masing-masing Kelurahan Penkase Satu unit dan Kelurahan Naioni satu unit dengan Nilai Kontrak Rp. 2.990.020.00 dengan masa kerja 180 hari kalender terhitung kontrak sejak 22 september 2021 dan fisik kedua proyek tersebut telah mencapai 100 persen.
Sesuai data yang ada seluruh proyek yang bersumber dari dana PT SMI akan berakhir pada bulan April 2022 mendatang, meski demikian hampi seluruh Kegiatan terutama Proyek pekerjaan Jalan,fisiknya masih berkisar 20’an Persen.(Arnold)









