Populer

Mentok Solusi, Perwakilan Petani Tambak Desa Lamaran Tarung Walkout

Edukasi Soal CSR Pertamina,

- Advertisement -

impresinews.com (Indramayu) – Perwakilan petani tambak Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang tergabung dalam Asosiasi Wirausaha Petani Tambak Lamaran Tarung (AWPTLT) walkout dari diskusi.

Dimana walkout AWPTLT dalam rangka edukasi tanggung jawab sosial atau CSR yang diselenggarakan oleh Pihak Pertamina, di aula salah satu hotel di Indramayu Kota. Selasa, (20/4/2021) Pagi.

Sikap tersebut diambil oleh perwakilan AWPTLT karena dianggap belum ada hasil diskusi yang memuaskan.

“Solusi masi mentok, jadi kami walkout aja, karena yang ditawarkan ini bantuan mesin (pompa air). Bantuan mesin kan ini akan menjadi masalah lagi dilapangan. Kalau kami dilapangan itu kan bentuknya kelompok, kalau tidak masuk kelompok, tidak dapat menggunakan mesin nanti bisa cemburu sosial. Jadi lebih baik daripada dilapangannya cemburu sosial ya kita tidak saja,” kata Perwakilan Petani Tambak, H. Juhadi Muhammad saat diwawancara usai diskusi tersebut.

Ditambahkan H. Juhadi, tawaran bantuan berupa mesin pompa air tersebut, rencananya akan diberikan oleh Pihak Pertamina sebanyak 30 mesin, dan dianggap tidak mencukupi.

“Mesin pompa, mesine 30 sing ngenggo 400, baka sing ngenggo, engkoe sing beli ngenggo pasti ribut, yawis bae (mesin pompa, mesinnya 30 yang memakai 400 (orang), kalau yang makai, nantinya tidak makai pasti ribut, ya sudah aja). belum ada titik temu,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut dihadiri 3 orang perwakilan AWPTLT yang didampingi Perwakilan Petani Tambak, H. Juhadi Muhamad, dan Kuwu Desa Lamara Tarung.

Hadir juga unsur Muspika Kecamatan Cantigi, serta perwakilan pihak Pertamina, perwakilan SKK Migas Jakarta, Plt. Kepala Bapeda Indramayu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu, dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu, DLH Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Suhartati mengatakan, ia hadir mewakili Kepala DLH yang tidak bisa datang karena masih ada acara kedinasan di Jakarta.

“Ini saya menyampaikan informasi saja yang terkait dengan ceceran minyak di (Desa) Lamaran Tarung. Sebenarnya menurut informasi kronologis yang dari (Pertamina) EP itu kan, di bulan oktober ya, itu sudah dilakukan survai lokasi dan pengecekan, kebetulan juga yang hadir rekan kami yang mengerti tentang perminyakan diambilah sample. Cuman, mungkin dari segi SDM kami juga, kurang lah kapasitasnya sehingga sample yang diambil dan dianalisakan ke Lab Migas dibawah Kementrian ESDM,” ucapnya.

“Ternyata ditengah jalan memang kurang jadi kami juga tidak berdaya ya, manakala tidak menghasilkan sesuatu yang hasil analisa apakah itu dari sample yang diambil. Sehingga diambil ulang, dan itu juga rekan kami yang kelapangan dan dilaporkan ke Kepala Dinas, dari bidang itu juga bidangnya juga bukan bidang saya aja,” lanjut Suhartati.

Kendalanya, kata Suhartati, volume dari sample yang diambil memang tidak mencukupi untuk dilakukan analisa sehingga diambil ulang dan masih menunggu.

“Ini saya juga mau nanyakan juga analisa (sample) terahir yang kemarin diambil itu kira-kira kapan. Ya paling cepet 3 bulan tadi sehingga kemarin ada apa dilapangan Kepala Dinas langsung ya istilahnya menerima keluhan masyarakat Desa Lamaran Tarung, yang kurang kebih 3 bulan tadi untuk dapat hasil analisanya,” kata Suhartati.

Ditemui ditempat terpisah, Warjaya selaku Koordinator AWPTLT yang juga mengikuti acara diskusi pagi tadi, mengaku kecewa karena menurutnya belum ada titik temu.

“Jelas-jelas kecewa karena masyarakat mengaharapakan titik temu, yang jelas adanya edukasi kirain ada pertemuan yang real dimana ada penyelesaian yang baik. ternyata kan sampai saat ini deadlock ga ada kejelasan,” ucap Warjaya saat ditemui dilokasi unjukrasa aksi blokir jalan di Desa Lamaran Tarung Blok Waledan.

“Jadi masyarakat kembali mengadakan pemblokiran jalan. Sekitar ada 50 orang an lah yang merasa menantikan keputusan yang tadi dijelaskan, setelah ga ada keputusan ya masyarakat blokir jalan lagi termasuk ya stopin mobilnya. Intinya istilah masyarakat mah jangan masyarakat aja yang dirugikan,” tandasnya.

Warjaya selaku Koordinator AWPTLT berharap agar tuntutan masyarakat secepatnya dapat diselesaikan.

“Apa yang dibilang tadi kompensasi seperti apa ya harus memenuhi kriteria yang masuk akal, maksudnya tuh ya kebagian semua masyarakat. Kami disini kalau ada penjelasan ya bubar kalau ga ada ya seterusnya,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga