Berita Daerah

Lucky Hakim Kunjungi Ke Desa Cidempet

Kuwu Cidempet: berharap ada perhatian serius terkait persoalan Rawa Bagong dan Rawa Kebo

- Advertisement -

Indramayu, Impresinews.com – Wakil Bupati Kabupaten Indramayu Lucky Hakim Kunjungi Desa Cidempet Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi kepada kuwu terpilih di Desa Cidempet sekaligus menyerap aspirasi warga, Sabtu (4/9/2021) siang.

“Ini ke pak kuwu sebenarnya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya beliau, sekaligus melihat potensi – potensi apa yang bisa menjadi usulan dari masyarakat Desa Cidempet. Sehingga nanti ketika ada kunjungan resmi baik dari kedinasan bupati ataupun wakil bupati kita sudah ada gambaran,” jelas Lucky Hakim

Bertempat di rumah Muhafidin, Kuwu Desa Cidempet periode 2021 – 2027 yang baru saja dilantik, kunjungan tersebut juga dihadiri serta disambut antusias oleh seluruh unsur Pamong desa dan masyarakat setempat.

Kuwu Desa Cidempet Muhafidin, mengaku sangat terkesan dan berterimakasih dengan kedatangan Wabub Lucky Hakim di rumahnya. Tidak hanya itu, Lucky Hakim juga menyempatkan untuk mengunjungi buah hasil karya pemuda Karangtaruna Desa Cidempet.

“Kami mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada bapak Lucky Hakim atas perhatian kepada kami beserta saya sebagai Kuwu Desa Cidempet,” ujar Muhafidin.

“Beliau secara pribadi punya inisiasi silaturahmi ke saya Kuwu Cidempet, Kemudian saya kumpulkan para pamong untuk menyerap aspirasi apakah ada yang ingin disampaikan pada Wakil Bupati Lucky Hakim,” sambungnya.

Dalam forum pertemuan dengan Lucky Hakim tadi, Muhafidin menyampaikan keluhan masyarakaat Desa Cidempet terkait ‘Rawa Bagong dan Rawa Kebo’.

Dijelaskan Muhafidin, Rawa Bagong atau Rawa Kebo tersebut merupakan area perswahan yang menjadi banjir akibat luapan air sungai. Sayangnya luapan air sungai yang menggenangi peswahan tersebut sulit untuk surut meskipun sudah dikuras menggunakan mesin pompa air.

“Air luapannya itu tidak bisa keluar, sehingga menggenang dan jadilah rawa. Atau mungkin tidak bisa keluarnya air karena permukaan sungai itu lebih tinggi dibanding daratan sawah,” paparnya.

“Walaupun sudah memakai tenaga mesin air, ternyata tidak cukup untuk itu karena ketika hujan apalagi akan menimbulkan banjir berbentuk rawa. Ini berpengaruh terhadap petani, karena seringkali dilakkukan berulanng – ulang bercocok tanam akibat banjir lagi banjir,” imbuh Muhafidin.

Ia berharap ada perhatian serius terkait persoalan Rawa Bagong dan Rawa Kebo tersebut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. (Candra)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga