Populer

Dituding Peras Pengusaha Kayu, FPII: Loh si PH yang “Ngatur” Pertemuan

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Labuhanbatu Raya menyebut pemberitaan Media Metro88 edisi Jumat 6 Agustus 2021 yang menuding Pengurus FPII menyalahi etika profesi demi mencari keuntungan pribadi ketika menjalankan profesi jurnalistiknya tidaklah mendasar.

Tudingan dinilai semakin mengada ketika Pemberitaan, Metro88 mengusung judul “Memalukan, Grup FPII Labuhanbatu Diduga Minta Sejumlah Uang Kepada Orang Kepercayaan Pengusaha Kayu”

Waka FPII Labuhanbatu Raya, Mora Tanjung menjelaskan, pertemuan Pengurus organisasi wartawan di Labuhanbatu dengan perwakilan pengusaha kayu PT Abadi Berkah, Berman Silalahi pada atas inisiatif oknum wartawan Metro88, PH.

“Begini ceritanya, awal pertamanya adalah munculnya berita berita dari Cyber Portibi DNP dan Cakra86com tentang Ilegal Loging di kawasan Bukit Barisan dan ada kilang Sawmil Kayu Balok di daerah Kawasan Bukit Barisan. Serta mencatut catut nama seorang petinggi Polri diduga ada memiliki Sawmil di kawasan Bukit Barisan,” kata Mora Tanjung, Jumat (6/8).

Selanjutnya, PH Jurnalis Metro88 menghubungi Mora Tanjung selaku Wakil Ketua FPII Labuhanbatu Raya.

PH kemudian mengarahkan Mora Tanjung bersama Pengurus FPII termasuk Ketua FPII Labuhanbatu, Marhite Rajagukguk ke salah satu rumah makan Holat di Jalan Perisai Padang Bulan.

Sesampai di rumah makan Holat tersebut, PH mengenalkan perwakilan Sawmil Kilang Papan (Humas) Bukit Barisan yang diketahui bernama Berman Silalahi.

Dalam pertemuan saat itu, juga diketahui Pemilik Kilang Papan di kawasan Bukit Barisan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut tersebut merupakan warga Kota Medan.

Paris bersama Berman Silalahi menawarkan makan. Namun, empat orang pengurus FPII yang menghadiri pertemuan tersebut menolak dengan mengatakan sudah makan siang tadi tempat ACO.

“Namun, karena didesak terus oleh Paris (PH) dan Humas Berman Silalahi, akhirnya kita makan bersama,” ungkap Mora Tanjung.

Setelah itu, FPII Labuhanbatu melakukan kerja jurnalistik terkait kebenaran informasi Sawmil Kilang papan yang berada di kawasan Bukit Barisan sesuai berita yang dilansir Portibi DNP dan Cakra86com.

“Terkait hal itu, Paris Harahap Jurnalis Metro88 mengajak pengurus FPII yang juga profesi Jurnalis untuk berdamai dan berkawan, itu lah usulan Paris,” terang

Namun, FPII tetap masih membicarakan tentang pencatutan nama Petinggi Polri memiliki Sawmil tersebut.

PH kemudian mengarahkan dan dibarengi Humas Berman Silalahi pergi mengendarai sepeda motor roda dua.

“FPII tidak tahu maksud tujuan ke mana perginya Humas itu. Namun, Paris (PH) menyebutkan, bentarnya itu ada mau diambilnya, sebut Paris kepada kami Grup wadah FPII di rumah makan Holat,” kata Mora Tanjung.

Selang kurang lebih 30 menit pria yang mengaku Humas PT. Abadi Jaya Berman Silalahi datang kembali dan langsung duduk sebentar. Lalu Humas Berman Silalahi mengeluarkan Amplop dari tas sandangnya.

“Selanjutnya Humas Berman Silalahi menyalamkan Amplop berwarna putih tersebut kepada Ketua FPII M Rajagukguk,” sambung Mora Tanjung.

“Dan, kami FPII sempat bertanya itu apa?, ‘Hanya sekedar berteman Tulang’ ucap Humas Berman Silalahi dan disambung Paris seraya berkata, setelah ini makan bersama kita semua berkawanlah,” kata Mora Tanjung, menirukan percakapan saat itu.

Bahkan Mora Tanjung, mengungkapkan oknum wartawan menginisiasi pertemuan, HP meminta FPII tidak meliput kegiatan pengolahan kayu di Bukit Barisan.

“Dan, kepada bang Mora Tanjung, jangan lagi dibuat berita tentang Kilang tersebut ataupun di-posting tidak usah lagi,” ungkap Mora Tanjung menceritakan pertemuan tersebut.

“Artinya, bahwa berita PARIS Harahap Metro88 yang menyebutkan FPII terima suap dengan paksa itu adalah tidak benar dan mengada ada,” sebutnya.

“Itu amplop dari Humas Berman Silalahi adalah sifatnya hanya sekedar berkawan. Dan, berita Metro88 tersebut Tidak benar FPII terlibat Suap,” jelas Mora Tanjung.

Mora Tanjung berharap, Paris Harahap selaku awak media Metro88 agar memberi hak koreksi kepada FPII terkait pemberitaan yang dinilai keliru serta meminta maaf kepada pengurus FPII Kabupaten Labuhanbatu Raya.

“Sebab, semua awalnyaa itu adalah dari Paris Harahap Metro88. Jangan nanti pengurus wadah FPII akan membawa ke ranah hukum tentang tuduhan yang tidak berdasar hanya akalan si Paris Harahap,” tutupnya.

Berikut petikkan berita yang dimuat Mtro88, edisi Jumat 6 Agustus 2021.

Sementara itu Ketua FPII Kabupaten Labuhanbatu Marhite Raja Gukguk saat di konfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp  mengatakan,

” Saudara kan bersama dengan GROOP FPII ,YG KALIAN PAKSA KAMI MAKAN DAN MENGASIH UANG MINYAK BERJUMLAH SATU JUTA RUPIAH,” Tulis Marhite Raja Gukguk membalas pesan yang dikirim.

Selanjutnya, Lalu wartawan kembali menegaskan dan menanyakan, Apakah benar saudara benar melakukan meminta kembali sejumlah uang melalui pesan whats app.

Namun sangat di sayangkan, Ketua PFII Labuhanbatu dinilai tak mengerti dan berkelok dengan menjawab

“Apa saudara tidak ingat bersama Berman Silalahi memaksa makan dan Memberi uang Satu juta ,kan saya bilang ini Uang Apa ,Untuk minyak dan Rokok Lae dengan kawan kawan Lae ,makanya saya terima ,Kalau untuk suap mana mau saya menerima nya Pak.” Tulis Marhite Raja Gukguk kembali.

Hingga berita ini dikirim ke Meja redaksi, impresinews.com belum berhasil memintai keterangan dari Pihak PT. Abadi Berkah maupun Manajen Media online Metro88. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga