Buntut Ketidak Harmonisan, Warga Kritik Pembangunan di SMA Negeri 1 Likupang Timur

Minahasa Utara, impresinews.com,- Tiga bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) di SMA Negeri 1 Likupang Timur Minahasa Utara yang dipergunakan untuk pembangunan ruang laboratorium Fisika dan Komputer mendapatkan kritik dari warga sekitar.
Bedasarkan informasi yang dihimpun , tiga bantuan dana alokasi khusus (DAK) fisik reguler bidang pendidikan tahun 2020 di sekolah tersebut yang di kerjakan secara swakelola seperti, pembangunan ruang laboratorium fisika beserta perabotannya senilai Rp. 420.913.000, pembangunan ruang laboratorium komputer beserta perabotnya dengan pagu Rp. 264.548.000 dan rehabilitasi toilet (jamban) siswa/guru dengan pagu Rp. 203.705.000 diduga banyak sekali perbedaan dengan RAB.
Bahkan ,warga sekitar di SMA Negeri 1 Likupang Timur Minahasa Utara memberikan sketsa pekerjaan pembangunan tersebut yang mereka anggap akan membahayakan anak anak mereka yang bersekolah disana.
Menurut warga, gedung laboratorium fisika dindingnya tidak kuat karena tidak menggunakan kaki ayam atau pembesiannya di kurangi, sambil menunjukkan gambar pembesian dalam HP milik salah satu warga dengan nada emosi.
Selain itu , warga juga menyesalkan sikap kepala sekolah yang tidak melibatkan warga dekat sekolah dalam pekerjaan tersebut.
Padahal, kata Warga proyek tersebut swakelola yang seharusnya orang tua siswa dan warga terdekat sekolah yang harus mengerjakannya agar kualitas bisa dijaga sesuai speck.
“Ini malah kepsek mengambil orang kerja yang bukan orang dekat sekolah,” keluh warga yang sempat diambil gambar oleh wartawan Senin (23/08/2021)
Kecurigaan lain di sampaikan warga, dimana gambar proyek hanya digambar oleh anaknya kepala sekolah dan di awasi oleh anaknya.
“Bukankah gambarnya harus di keluarkan Dinas terkait yang lebih mengetahui bidang fisik bangunan dan harus di tanda tangani oleh mereka,” keluh warga yang enggan disebutkan namanya.
Tidak Hanya soal pembangunan , Warga juga menyesalkan sikap kepala sekolah yang dengan seenaknya menebang beberapa batang pohon besar yang ada dalam sekolah, dengan alasan akan di pakai di sekolah, namun pada kenyataan kata Warga hanya di bawa pulang dan tidak di pakai dalam sekolah.
Usut punya usut , ternyata dalam keluhan warga diketahui, hubungan kepala sekolah dan masyarakat yang bermukim didekat sekolah tidak harmonis bahkan ada warga yang meminta supaya kepala sekolah diganti saja.
Sementara itu, Kepala sekolah SMA N 1 Likupang Herry Wantania membenarkan kalau dirinya dengan warga disekitaran sekolah tidak harmonis dan itu berawal sejak tahun 2012 di mana penjaga sekolah mengundurkan diri.
“Semua permasalahan dari awal pekerjaan sampai selesai pembangunan fisik tersebut mendapat halangan dari warga, dimana kehilangan besi dan bahan bangunan yang lain sampai jalan di gunakan untuk membawa bahan proyek di halangi oleh warga,” kata Herry Wantania saat dikonfirmasi .
Sehingga, kata Harry dirinya melibatkan pihak Kepolisian untuk mengamankan dan memuluskan pekerjaan tersebut walaupun ada biaya ekstra yang di keluarkan. (David)









