Populer

BEM Univa Labuhanbatu: Salahkah Mahasiswa Kriktik Kabijakan Pemerintah?

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Kritikan BEM UI terhadap Presiden Jokowi yang menyebut King Of Lip Service cukup menjadi sorotan publik.

Kritikan yang dilayangkan melalui akun Instagram resmi @bemui_official itu, mengundang ragam komentar, mulai dari aktivis senior sampai politikus-politikus hingga berujung dipanggilnya pihak BEM UI oleh pihak Rektorat.

BEM Universitas AL-Washliyah Labuhanbatu (UnivaLB) pun ikut angkat bicara soal itu.

Wakil Presiden Mahasiswa BEM Universitas AL-Washliyah LabuhanBatu (UnivaLB) Amiruddin, mengatakan bahwa hal demikian merupakan hal yang biasa dan wajar dalam Negara demokrasi bahkan bisa jadi suatu keharusan bagi para mahasiswa menjalankan fungsi kontrol terhadap berjalanya pemerintahan.

Irud (biasa sapaannya) menilai, kritikan yang disampaikan BEM UI tentu sangat mendasar, melihat realitas yang terjadi selama Jokowi menjabat sebagai presiden selaku Ketua Eksekutifnya Versi Negara sangat banyak ucapan-ucapan yang diutarakan dan sering kali berbanding terbalik dengan Fakta di Lapangan.

“Ku tengok Bang, kritikan yang disampekkan sama kawan-kawan BEM UI merupakan asupan nutrisi akal sehat untuk pemerintah sebetulnya di tengah carut marut negara saat ini,” kata Irud, melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/6).

“Esensi demokrasi hampir hilang. Ketika sikap kritis dianggap sebagai penyakit demokrasi, Ketika suara sumbang perbedaan, dianggap ancaman bagi jalannya Roda pemerintahan,” sambungnya.

Menanggapi pemanggilan Ketua BEM UI oleh pihak rektorat, menurutnya hal itu sangat memalukan. Sebagai kampus yang diunggulkan, UI semestinya tidak melakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah.

“Jika persoalan ini tidak diselesaikan dengan baik-baik, dapat dipastikan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis demokrasi dan tentunya bisa jadi memancing gelombang perlawanan dari mahasiswa,” pangkasnya. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga