Lagi, Jembatan Lainan Jebol, Kades Angkaras : Buat Bagunan Yang Baik Jangan Rugikan Masyarakat

Landak_Kalbar, impresinews.com,- Dihantam sungai yang meluap saat banjir kembali, jembatan lainan penghubung utama antara dua kecamatan yaitu kecamatan Sompak dan kecamatan Menyuke. Yang mana jembatan tersebut terletak di Dusun Guna, Desa Angkaras kini kembali jebol beberapa Minggu yang lalu.
Meskipun pada Bulan Maret- April yang lalu dilakukan penanganan oleh Pemerintah Daerah, karena pada bulan Februari rusak karena diterjang banjir. tetapi nyatanya jembatan tersebut setelah hampir 4 (empat) bulan selesai dikerjakan kembali mengalami kerusakan.
Kemudian untuk menanggulangi sementara agar bisa di lewati akibat kerusakan tersebut, batang kelapa pun lagi-lagi menjadi alat alternatif sementara. Sakiman salah satu warga dan tokoh Masyarakat Menyuke saat melintas di jembatan tersebut mengatakan, sebenarnya pada saat pengerjaan bulan Maret lalu dirinya sudah akan menduga jembatan tersebut akan kembali longsor di terjang banjir.
” Waktu pas pengerjaan saya juga lewat disini, dan pada saat itu saya bilang bahwa jembatan ini pasti akan jebol lagi. Karena pemasangan bronjong di hulu jembatan ini terlalu memakan body sungai sehingga sempitnya debit air yang mengalir,” kata Sakiman. Minggu (22/08/2021).
Setelah itu dirinya juga menyayangkan kinerja Konsultan yang tidak memikirkan dampak di hilir jembatan tersebut saat melakukan pengerjaan. Karena menurutnya jika terjadi hujan lebat sungai lainan ini selalu meluap dan debit airnya pun deras.
“Jika di persempit di hulu maka airnya kan akan menghantam di hilir, nah jebol seperti ini lah jadinya, meskipun di perbaiki seperti ini,” ujar Sakiman.
Sakiman juga berharap jembatan tersebut segera di perbaiki oleh pemerintah daerah sebelum adanya korban yang melintas, sebab jembatan tersebut diketahui akses utama untuk di lalu antara 2(dua) kecamatan dan Desa-desa.
” Kalau untuk perbaikan nanti, tolong Dinas terkait perhatikan Kualitas pekerjaan dan sebagainya. Jangan asal di kerjakan karena ini jembatan Utama,” ucapnya lagi.
Disisi lain Kepala Desa Angkaras Seselius juga tidak banyak berkomentar, meskipun Jumat (20/08) sudah ditinjau langsung oleh Dinas PUPRPERA. Dirinya hanya berharap agar pelaksanaan pekerjaan berikutnya kualitas pekerjaan harus yang baik. Karena menurutnya untuk masyarakat banyak harus pembangunan yang baik dan jangan sampai merugikan masyarakat.
” Saya harap jangan lagi seperti pekerjaan pada bulan Maret yang lalu lah, terutama bronjong yang di pasang terlalu panjang hingga memakan bodi sungai. Kita lihat bodi sungai hanya 6 meter dipersempit lagi !!! dampaknya jelas menyebabkan lahan yang sebelahnya akan roboh,” harap Kades Angkaras.
(Tino)









